
Ilustrasi kondisi ambivalence, benci untuk mencinta (freepik)
JawaPos.com - Siapa sih yang nggak familiar dengan lagu Benci untuk Mencinta dari Naif? Lagu yang satu ini pasti sudah jadi soundtrack banyak orang dalam mengarungi perasaan cinta yang penuh dengan kebingungannya.
Liriknya yang sederhana tapi dalam, menggambarkan konflik batin antara perasaan cinta dan benci yang bercampur jadi satu.
Nah, ternyata perasaan yang diungkapkan dalam lagu ini bukan sekadar imajinasi belaka, loh! Menurut psikolog, fenomena Benci untuk Mencinta itu menggambarkan kondisi psikologis yang disebut ambivalence (ambivalensi).
Berikut penjelasan lebih lanjut tentang apa itu ambivalence dan bagaimana perasaan tersebut bisa terjadi dalam kehidupan kita.
Ambivalence: Cinta dan Benci yang Terjadi Bersamaan
Ambivalence, atau ambivalensi, adalah kondisi psikologis yang sering kali muncul ketika kita merasa dua perasaan bertentangan pada saat yang bersamaan. Misalnya, kita bisa saja merasa cinta tapi di sisi lain, kita juga merasa benci atau kecewa terhadap hal yang sama.
Dalam lagu Naif, kamu pasti bisa merasakan bagaimana perasaan cinta dan benci itu terjalin erat, bahkan saling melengkapi. Tapi nyatanya, ini bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Kita sering merasa bingung dan bahkan kesulitan untuk memutuskan perasaan mana yang lebih dominan.
Mengutip penjelasan Angela Saulsbery, M.A., seorang psikolog dari The Ohio State University, dalam artikel Berkeley Well-Being Institute ambivalence adalah kecenderungan untuk menilai sesuatu (atau seseorang) dengan cara yang bertolak belakang. “Kalau kamu ambivalen tentang sesuatu, kamu mungkin berpikir tentangnya secara positif dan negatif pada saat yang bersamaan, memiliki perasaan campur aduk, atau merasa pikiran dan perasaanmu bertentangan,” jelas Angela. Sabtu, (8/2)
Begitu juga dengan lirik lagu Benci untuk Mencinta, yang menyuarakan betapa sulitnya menghadapi perasaan yang saling bertentangan. Itulah mengapa banyak orang bisa merasa sangat terhubung dengan lagu ini, karena seringkali kita pun mengalami perasaan campur aduk yang sama, terutama dalam kehidupan sehari-hari dan hubungan personal.
Ambivalence dalam Kehidupan Sehari-hari
Ambivalence tidak hanya muncul dalam hubungan percintaan, tetapi juga dalam banyak aspek kehidupan kita sehari-hari. Angela menjelaskan bahwa perasaan ambivalen ini bisa terjadi dalam berbagai bentuk, baik itu dari sisi perasaan (affective ambivalence) atau pemikiran (cognitive ambivalence).
Contohnya, kamu bisa merasa suka dengan seorang teman, tapi di sisi lain, kamu juga merasa kesal karena dia sering datang terlambat dan mendominasi percakapan. Atau, kamu merasa penasaran ingin mencoba roller coaster baru, tapi di sisi lain, kamu juga merasa takut. Ini adalah contoh nyata dari ambivalence yang sering kita alami.
Dalam konteks affective-cognitive ambivalence, bisa juga terjadi ketika kamu merasa bosan saat harus membersihkan rumah, tetapi di sisi lain, kamu tahu itu akan membuat rumah menjadi lebih nyaman. Mirip dengan perasaan yang mungkin kamu rasakan ketika mendengarkan Benci untuk Mencinta, perasaan cinta yang bercampur dengan kebencian, yang banyak terjadi dalam hubungan personal.
Ambivalence dalam Hubungan
Masih mengutip penuturan Angela dalam artikel Berkeley Well-Being Institute, ambivalence sering kali muncul dalam hubungan jangka panjang, baik itu dalam hubungan romantis maupun persahabatan. Terkadang, kita hanya menyadari satu sisi dari hubungan tersebut baik itu positif atau negatif.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
