Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Februari 2025 | 23.20 WIB

Kepribadian Self-Centered: 8 Frasa yang Sering Diucapkan Orang Egois Tanpa Menyadari Betapa Mereka Kurang Empati

Ilustrasi orang egois. (freepik.com) - Image

Ilustrasi orang egois. (freepik.com)

JawaPos.com - Kita semua pasti pernah bertemu seseorang yang tampaknya berpikir dunia berputar di sekitar mereka. Mereka selalu mendominasi percakapan, mengabaikan perasaan orang lain, dan entah bagaimana selalu berhasil membawa topik kembali kepada diri mereka sendiri. 

Inilah ciri khas kepribadian self-centered. Mereka cenderung lebih fokus pada diri sendiri daripada mempertimbangkan orang lain. Salah satu tanda utama dari orang yang kurang empati adalah pilihan kata mereka. 

Tanpa disadari, mereka sering menggunakan frasa tertentu yang membuat orang lain merasa tidak dihargai atau bahkan disalahkan. Dilansir dari laman Geediting.com pada Sabtu (8/2) berikut ini delapan frasa yang digunakan orang egois dalam kesehariannya.

1. "Saya hanya jujur"

Kejujuran memang hal yang penting, tapi ada perbedaan antara jujur dan kasar. Orang dengan kepribadian self-centered sering menggunakan frasa ini sebagai tameng untuk berbicara tanpa filter. 

Mereka tidak peduli apakah kata-kata mereka menyakiti orang lain atau tidak. Alih-alih menyampaikan pendapat dengan kecerdasan emosional, mereka lebih fokus pada hak mereka untuk berbicara. Akibatnya, orang lain sering kali merasa tersakiti, bukan tercerahkan.

2. "Kamu saja yang terlalu sensitif"

Frasa ini sering digunakan untuk menghindari tanggung jawab. Daripada mengakui bahwa mereka telah menyakiti perasaan seseorang, mereka malah membalikkan keadaan dengan menyalahkan orang tersebut karena terlalu emosional. Ini adalah cara klasik orang yang kurang empati untuk menghindari introspeksi dan membuat orang lain merasa bersalah atas emosi mereka sendiri.

3. "Bukan itu yang saya maksud"

Memang benar bahwa niat seseorang tidak selalu sesuai dengan cara pesan mereka diterima. Namun, orang yang egois sering menggunakan frasa ini untuk menghindari konsekuensi dari kata-kata mereka. 

Daripada mencoba memahami bagaimana perkataan mereka berdampak pada orang lain, mereka lebih memilih untuk menepis perasaan lawan bicara, seolah-olah mereka yang salah dalam menafsirkan maksud sebenarnya.

4. "Saya tidak punya waktu untuk ini"

Ketika seseorang mengucapkan frasa ini, mereka secara tidak langsung mengatakan bahwa masalah orang lain tidak cukup penting untuk mereka tangani. Orang dengan kepribadian self-centered sering kali merasa bahwa waktu mereka lebih berharga dibandingkan waktu orang lain. 

Tentu saja, tidak semua orang bisa selalu meladeni drama atau diskusi yang panjang. Tapi orang dengan kecerdasan emosional akan mencoba menemukan waktu yang lebih baik untuk membicarakannya, bukan langsung menolak dengan kasar.

5. "Anda hanya terlalu memikirkannya"

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore