Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Januari 2025 | 23.15 WIB

Menurut Psikolog: Inilah 3 Tipe kepribadian yang Lebih Baik Tetap Melajang Agar Hidup Damai dan Bahagia

Ilustrasi orang yang melajang. (Pexels/cottonbro studio) - Image

Ilustrasi orang yang melajang. (Pexels/cottonbro studio)

JawaPos.Com - Berdasarkan pengamatan sosial, hubungan romantis sering dianggap sebagai bagian penting dari kebahagiaan. 
 
Namun, tidak semua orang cocok untuk berada dalam hubungan jangka panjang. 
 
Alih-alih menikah, ternyata ada beberapa karakteristik kepribadian yang menurut para ahli psikologi, cenderung membuat seseorang merasa lebih nyaman jika tetap melajang.

Faktor ini bukan berarti mereka tidak mampu menjalin hubungan, melainkan bahwa kepribadian mereka mungkin kurang mendukung keharmonisan dalam hubungan, baik dengan pasangan maupun dengan dirinya sendiri. 

Dikutip dari Your Tango, inilah tiga ciri kepribadian yang menurut para psikolog lebih baik untuk mempertimbangkan melajang daripada memaksakan diri dalam suatu hubungan.

1. Rendahnya Tingkat Ekstroversi

kepribadian yang cenderung rendah dalam ekstroversi, atau lebih introvert, sering kali memilih fokus pada diri sendiri dan menikmati kesendirian. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Interventions for Addiction menyatakan bahwa ekstroversi mengacu pada kecenderungan seseorang untuk mencari kepuasan dari lingkungan luar, seperti bersosialisasi atau membangun koneksi dengan orang lain.

Sebaliknya, individu yang lebih introvert cenderung mendapatkan kebahagiaan dari dalam dirinya sendiri tanpa perlu bergantung pada interaksi sosial. 

Hal ini bukanlah sebuah kekurangan, melainkan ciri khas yang unik dari mereka yang lebih nyaman dalam relaksasi atau rutinitas pribadi.

Namun, dalam hubungan romantis, terutama yang membutuhkan interaksi emosional dan sosial yang intens, rendahnya tingkat ekstroversi dapat menjadi hambatan. 

Orang dengan tipe kepribadian ini mungkin merasa stres jika harus terus-menerus memenuhi kebutuhan sosial pasangan.

Akibatnya, hubungan bisa terasa santai alih-alih menyenangkan. Oleh karena itu, bagi individu dengan sifat seperti ini, menjalani hidup sebagai single sering kali lebih nyaman dan memuaskan.

2. Ketidakmampuan untuk Terbuka dengan Orang Lain

Dalam menjalin hubungan, keterbukaan adalah kunci utama untuk membangun keintiman. 

Namun, beberapa orang mengalami kesulitan untuk membuka diri, baik secara emosional maupun mental. 

Menurut artikel yang diterbitkan oleh Healthline, kurangnya keterbukaan yang parah dapat menyebabkan seseorang menjadi "tidak tersedia secara emosional".

Kondisi ini sering kali menjadi akar dari masalah dalam hubungan. Ketika seseorang tidak mampu atau enggan berbagi perasaan, pasangan mereka mungkin merasa diabaikan atau tidak dihargai.

Pada akhirnya, tekad untuk berbagi emosi dapat menciptakan jarak yang sulit dijembatani.

Bagi individu yang lebih nyaman menyimpan perasaan untuk diri sendiri atau merasa sulit mempercayai orang lain, hubungan romantis bisa terasa seperti tantangan yang berkelanjutan. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore