Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 18.40 WIB

Dampak Parentifikasi, Ini 7 Perilaku Orang yang Dipaksa Tumbuh Terlalu Cepat Saat Masih Anak-Anak Menurut Psikologi

Ilustrasi anak yang dipaksa untuk cepat dewasa. (Pexels) - Image

Ilustrasi anak yang dipaksa untuk cepat dewasa. (Pexels)

JawaPos.com – Pola asuh yang anda dapatkan di masa kecil memiliki pengaruh besar dalam membentuk siapa anda saat dewasa.

Anak-anak yang dipaksa untuk tumbuh terlalu cepat sering kali menunjukkan perilaku tertentu yang merupakan hasil dari pengalaman masa kecil mereka. 

Dalam psikologi, ini disebut sebagai "parentification," yaitu ketika seorang anak harus mengambil peran dewasa sebelum waktunya.

Jika anda merasa bahwa anda termasuk orang yang dipaksa menjadi dewasa terlalu cepat, mungkin anda akan mengenali beberapa perilaku berikut ini. Dilansir dari laman Blog Herald pada Rabu (22/1) simak daftarnya.

  1. Merasa bertanggung jawab atas segalanya

Dipaksa dewasa terlalu cepat sering berarti harus mengambil tanggung jawab yang seharusnya belum menjadi beban seorang anak.

Anda mungkin diminta untuk menjaga saudara kandung, mengurus rumah, atau bahkan membantu mengatasi masalah keluarga. 

Ketika dewasa, kecenderungan ini sering terbawa. Anda mungkin merasa harus mengurus semuanya sendiri, bahkan jika itu bukan tugas anda. 

Misalnya, di tempat kerja atau di rumah, anda mungkin tanpa sadar mengambil peran "problem solver," meskipun sebenarnya tidak ada yang memintanya. Pola asuh seperti ini sering meninggalkan jejak tanggung jawab berlebihan yang sulit dilepaskan.

  1. Kesulitan menerima bantuan

Orang yang dipaksa menjadi dewasa terlalu cepat sering merasa sulit menerima bantuan. Mengapa? Karena sejak kecil mereka sudah terbiasa mengandalkan diri sendiri. Dalam pikiran mereka, meminta bantuan sering kali dianggap sebagai tanda kelemahan. 

Padahal, menerima bantuan tidak berarti anda lemah. Namun, kebiasaan ini sulit diubah karena pola pikir tersebut telah terbentuk sejak dini. Akibatnya, mereka sering merasa perlu menyelesaikan segalanya sendiri, meskipun hal itu menyebabkan kelelahan.

  1. Kematangan emosional melebihi usia sebenarnya

Anak-anak yang harus tumbuh lebih cepat biasanya mengembangkan kematangan emosional lebih awal dibandingkan teman sebayanya. Mereka menjadi ahli dalam membaca situasi dan memahami perasaan orang lain. 

Namun, di balik itu, mereka sering kehilangan momen-momen masa kecil yang penting. Meskipun kematangan emosional ini dapat menjadi kelebihan, pada akhirnya hal ini juga bisa melelahkan secara emosional. 

Jika anda merasa selalu berada di gelombang yang berbeda dengan teman sebaya atau sering dianggap "terlalu dewasa," ini mungkin akibat dari pengalaman masa kecil anda.

  1. Bersikap perfeksionis

Jika anda pernah merasa bahwa segala sesuatu harus dilakukan dengan sempurna, itu mungkin berkaitan dengan pola asuh di masa kecil anda. Ketika anda dipaksa tumbuh lebih cepat, anda mungkin diharapkan untuk menangani tanggung jawab dewasa dengan sempurna. 

Harapan ini menciptakan tekanan untuk menjadi sempurna dalam segala hal. Sebagai orang dewasa, Anda mungkin merasa stres terhadap hal-hal kecil atau terlalu kritis terhadap diri sendiri. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore