Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Januari 2025 | 16.38 WIB

7 Hal Halus yang Dilakukan Orang Tua yang Membuat Anak Merasa Tidak Dicintai Menurut Psikologi, Bantu Perbaiki Hubungan dengan Anak!

Ilustrasi tujuh hal halus yang dilakukan orang tua yang mungkin tanpa sengaja membuat anak-anak merasa tidak dicintai. (Pexels/Tuấn Kiệt Jr.) - Image

Ilustrasi tujuh hal halus yang dilakukan orang tua yang mungkin tanpa sengaja membuat anak-anak merasa tidak dicintai. (Pexels/Tuấn Kiệt Jr.)

JawaPos.com - Ada batasan tipis antara mendisiplinkan anak dan membuat mereka merasa tidak dicintai. Perbedaannya terletak pada kehalusan tindakan. Sangat mudah untuk secara tidak sengaja menyakiti perasaan anak saat mencoba membimbing mereka ke jalan yang benar.

Sebagai orang tua, penting untuk memahami bahwa tindakan kecil sekalipun dapat berdampak besar pada kesehatan emosional anak. Menurut psikologi, ada perilaku halus tertentu yang dapat membuat anak merasa tidak dicintai, meskipun itu bukan niat orang tua.

Dilansir dari Geediting, terdapat tujuh hal halus yang dilakukan orang tua yang mungkin tanpa sengaja membuat anak-anak merasa tidak dicintai.

1. Kurangnya mendengarkan secara aktif

Mendengarkan secara aktif bukan hanya sekadar mendengar apa yang dikatakan anak. Mendengarkan secara aktif melibatkan pemahaman dan keterlibatan yang sesungguhnya dalam dunia mereka.

Seringkali, orang tua tidak sengaja mengabaikan perasaan anak-anaknya karena mereka terlalu sibuk atau menganggap kekhawatiran anak-anak itu remeh. Hal ini dapat sangat menyakitkan bagi anak.

Menurut psikologi, anak-anak perlu divalidasi perasaannya agar merasa dicintai dan aman. Mengabaikan kekhawatiran mereka, sekecil apa pun, dapat menyebabkan perasaan tidak penting dan diabaikan.

2. Terlalu kritis

Psikologi memberi tahu bahwa anak-anak tumbuh subur dengan dorongan dan penguatan positif. Mengkritik mereka terlalu keras atau terlalu sering dapat menyebabkan perasaan tidak mampu dan kurangnya kepercayaan diri.

Alih-alih langsung menunjukkan kesalahannya, orang tua dapat mendorong usahanya dan membimbingnya untuk menemukan solusinya sendiri. Pendekatan ini telah membuat perbedaan yang signifikan dalam harga diri anak dan hubungannya dengan orang tua.

Ingatlah, kita sebagai orang tua adalah penyemangat terbesar bagi anak-anak kita. Sangat penting untuk memperhatikan cara kita mengungkapkan kekhawatiran dan koreksi agar mereka tidak merasa tidak dicintai atau tidak berharga.

3. Tidak konsisten dalam disiplin

Disiplin merupakan hal yang sulit bagi banyak orang tua. Menetapkan batasan dan menegakkan aturan memang penting, tetapi cara kita melakukannya dapat berdampak besar pada anak-anak kita.

Ketidakkonsistenan dalam mendisiplinkan anak dapat menyebabkan kebingungan dan rasa tidak aman pada anak. Misalnya, jika orang tua mengabaikan perilaku buruk pada suatu hari dan menghukumnya pada hari berikutnya, anak mungkin merasa cemas dan tidak yakin tentang apa yang diharapkan darinya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore