
Ilustrasi orang yang memelihara anjing. (Pexels)
JawaPos.com – Bagi pecinta anjing, mungkin akan sulit memahami orang-orang yang tidak memiliki rasa sayang yang sama terhadap makhluk-makhluk setia dan penyayang ini.
Namun, kalian akan menyadari kalau tidak semua orang merasakan hal yang sama.
Orang-orang yang tidak terlalu antusias dengan anjing mungkin tidak terlalu terang-terangan menunjukkan perasaan mereka.
Biasanya, mereka akan memperlihatkan sifat-sifat halus yang menunjukkan kurangnya ketertarikan mereka terhadap anjing.
Psikologi telah memberikan beberapa wawasan mengenai karakteristik ini. Dilansir dari Geediting, terdapat sembilan ciri halus yang sering ditemukan pada orang-orang yang tidak terlalu menyukai anjing.
1. Tidak nyaman berada di sekitar anjing
Ketidaknyamanan di sekitar anjing tidak selalu ditunjukkan dengan cara yang jelas, seperti melompat ke kursi saat anjing memasuki ruangan. Terkadang, hal itu bisa jadi tidak kentara dan butuh waktu untuk menyadarinya.
Sering kali, tanda-tanda halus ini tidak langsung terlihat, terutama saat orang tersebut berusaha menutupi ketidaknyamanannya. Biasanya, orang-orang seperti itu enggan untuk membelai atau bermain dengan anjing.
Mereka mungkin tampak tidak nyaman ketika ada anjing yang mendekat dan seringkali menjauh atau menghindari kontak langsung.
Dalam situasi tertentu, mereka mungkin mengubah jalur berjalannya untuk menghindari anjing di jalan atau merasa tidak nyaman saat ada anjing di ruangan yang sama.
2. Kurangnya respons emosional
Emosi memainkan peran penting dalam interaksi kita dengan anjing. Ekor yang bergoyang-goyang, gonggongan yang ceria, jilatan yang penuh kasih sayang, hal-hal ini biasanya memicu kegembiraan dan kehangatan di hati pecinta anjing.
Namun, bagi mereka yang tidak terlalu menyukai anjing, tindakan ini mungkin tidak menimbulkan respons emosional yang sama. Wajah mereka mungkin tetap tenang saat seekor anjing melakukan sesuatu yang secara umum dianggap lucu atau menggemaskan.
Mereka mungkin tidak tertawa saat seekor anjing melakukan sesuatu yang konyol atau menunjukkan perhatian saat seekor anjing tampak dalam kesulitan. Kurangnya respons emosional ini bisa jadi pertanda yang cukup jelas.
3. Memiliki seekor anjing
Memiliki anjing tidak selalu berarti seseorang menyukai anjing. Terkadang, orang akhirnya memiliki hewan peliharaan karena keadaan di luar kendali mereka, seperti mewarisi hewan peliharaan dari anggota keluarga atau setuju memelihara anjing demi anak-anak atau pasangan mereka.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
