Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 Desember 2024 | 19.29 WIB

Ini 7 Sifat Kepribadian Anak yang Dididik Orang Tua Lalai Menurut Psikologi, Apa Saja?

Ilustrasi Kepribadian Anak dengan orang yang tua lalai menurut Psikologi. - Image

Ilustrasi Kepribadian Anak dengan orang yang tua lalai menurut Psikologi.

JawaPos.com – Peran orang tua dalam membentuk kepribadian anak sangatlah besar, namun bagaimana jika pola asuh yang diberikan penuh kelalaian? Psikologi mengungkap bahwa mereka yang tumbuh di bawah pengasuhan yang lalai sering kali mengembangkan sifat-sifat tertentu.

Perilaku lalai ini tidak selalu terlihat jelas, karena bisa berbentuk perhatian yang minim, ketidakpedulian emosional, atau bahkan ketidakhadiran orang tua dalam momen penting. Anak yang mengalaminya sering kali menunjukkan ciri-ciri yang unik dalam kepribadian mereka saat tumbuh dewasa.

Dilansir dari Hack Spirit pada Kamis (19/12), diterangkan bahwa setidaknya terdapat tujuh sifat kepribadian anak yang dibesarkan oleh orang tua lalai menurut Psikologi.

1. Kesulitan membentuk ikatan yang aman

Individu yang dibesarkan oleh orangtua yang mengabaikan sering mengalami tantangan dalam membangun hubungan yang stabil. Pola kelekatan tidak aman yang berkembang biasanya memiliki dua manifestasi utama, yakni kelekatan cemas dan kelekatan menghindar.

Mereka yang mengalami tipe ini akan selalu merasa takut ditinggalkan atau justru menghindari kedekatan untuk melindungi diri dari kemungkinan luka emosional.

Hubungan intimate menjadi medan yang kompleks dengan ketakutan tersembunyi dan pertahanan diri yang tinggi.

2. Tanggung jawab yang berlebihan

Pengalaman masa kecil yang diabaikan mendorong seseorang untuk mengembangkan rasa tanggung jawab yang intensif. Mereka terbiasa mengurus diri sendiri sejak dini, bahkan mengambil peran yang seharusnya tidak mereka tanggung.

Kebiasaan ini berlanjut hingga dewasa, membuat mereka selalu merasa harus menyelesaikan segala sesuatu sendirian. Pola ini bisa menguntungkan dalam lingkungan profesional namun berpotensi menimbulkan kelelahan dan frustasi dalam hubungan personal.

3. Harga diri yang rendah

Dampak pengabaian paling nyata terlihat pada kepercayaan diri yang terkikis. Penelitian mengonfirmasi bahwa pola asuh yang mengabaikan sangat berkorelasi dengan rendahnya harga diri.

Individu yang merasa tidak pernah diperhatikan akan membawa perasaan tidak berharga hingga masa dewasa.

Mereka cenderung menghindari risiko, sangat kritis terhadap diri sendiri, dan kesulitan menerima pujian. Meskipun mencapai kesuksesan, perasaan tidak layak akan terus membayangi.

4. Kesulitan menetapkan batasan

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore