Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 26 Agustus 2024 | 21.48 WIB

Wajib Tahu! Ini 6 Faktor yang Membuat Makanan Cepat Basi

Ilustrasi Hidangan di Meja Makan. (Freepik)



JawaPos.com - Meskipun Anda telah mengolah dan menyimpan makanan dengan hati-hati, beberapa jenis makanan mungkin tetap cepat basi. Berbagai faktor, mulai dari suhu penyimpanan hingga paparan cahaya, dapat memengaruhi umur simpan makanan.

Baca Juga: Silakan Dipilih, Ini 30 Nama Bayi Laki-Laki Islami yang Keren, Indah, dan Sarat dengan Doa

Berikut ini adalah beberapa penyebab utama makanan cepat basi serta tips untuk mengatasinya, seperti dilansir dari laman hellosehat.

1. Pertumbuhan Mikroba

Pertumbuhan mikroba seperti ragi, jamur, dan bakteri adalah salah satu penyebab utama makanan menjadi basi. Mikroba ini dapat masuk ke dalam makanan melalui udara, tangan, peralatan dapur, atau bahkan dari bahan makanan itu sendiri. Setelah memasuki makanan, mikroba akan berkembang biak dan menghasilkan zat yang mengubah warna, tekstur, dan aroma makanan. Untuk menghindari pertumbuhan mikroba, pastikan makanan disimpan dalam kondisi bersih dan dalam wadah tertutup rapat.

2. Cara Menyimpan yang Salah

Salah satu kesalahan umum dalam menyimpan makanan adalah tidak menggunakan wadah yang sesuai. Jika rumah Anda cenderung hangat dan lembap, hindari menyimpan makanan sisa di tempat terbuka, karena ini dapat mempercepat pertumbuhan jamur dan bakteri. Sebaiknya, simpan makanan dalam wadah yang tertutup rapat dan pisahkan masakan yang mengandung daging dari makanan lainnya. Jangan lupa untuk memeriksa dan membuang makanan yang sudah basi.

3. Suhu Kulkas yang Kurang Dingim

Suhu kulkas yang tidak memadai bisa mempercepat pembusukan makanan. Idealnya, suhu kulkas harus diatur pada 4°C atau lebih dingin. Pada suhu ini, bakteri dan jamur tidak dapat berkembang biak. Jika makanan di kulkas lebih cepat basi dari biasanya, periksa suhu kulkas menggunakan termometer dan pastikan freezer Anda berfungsi dengan baik. Jika listrik padam, pastikan pintu kulkas dan freezer tetap tertutup untuk menjaga suhu tetap stabil.

4. Menyimpan Makanan Saat Masih Panas

Menyimpan makanan dalam keadaan panas dapat mempercepat pembusukan. Uap dari makanan panas yang disimpan dalam wadah tertutup dapat membentuk embun, yang kemudian menetes dan membuat permukaan makanan lembap. Kondisi lembap ini mendukung pertumbuhan jamur dan bakteri pembusuk. Sebaiknya, biarkan makanan mendingin terlebih dahulu sebelum membungkusnya dalam wadah.

5. Paparan Cahaya Berlebihan

Paparan sinar matahari atau cahaya lampu berlebihan dapat menyebabkan fotodegradasi pada makanan, yaitu proses yang mengakibatkan hilangnya vitamin, perubahan warna, dan rasa. Fotodegradasi terutama mempengaruhi makanan yang mengandung lemak, pigmen, protein, dan vitamin. Oleh karena itu, banyak produk makanan yang mencantumkan petunjuk untuk menghindari sinar matahari langsung pada kemasannya. Untuk melindungi kualitas makanan, simpanlah di tempat yang gelap dan sejuk.

6. Tidak Mengandung Pengawet

Makanan yang tidak mengandung pengawet cenderung lebih cepat basi. Pengawet berfungsi untuk mencegah pertumbuhan mikroba dan memperpanjang umur simpan makanan. Jika Anda ingin makanan tahan lama tanpa pengawet kimia, pertimbangkan menggunakan pengawet alami seperti garam, gula, cuka, atau rempah-rempah yang memiliki sifat antibakteri.

Dengan memahami faktor-faktor ini, Anda dapat lebih efektif dalam menjaga kualitas dan kesegaran makanan di rumah. Selalu perhatikan cara penyimpanan dan kondisi makanan untuk mencegah pembusukan dan memastikan makanan tetap aman untuk dikonsumsi. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore