Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 9 Agustus 2024 | 01.35 WIB

Kenapa Uban Tidak Boleh Dicabut? Begini Penjelasan Ahli Kesehatan

Ilustrasi mencabut uban (Freepik) - Image

Ilustrasi mencabut uban (Freepik)

JawaPos.com - Tumbuhnya uban tak melulu karena faktor usia saja. Bisa jadi hal itu disebabkan karena faktor keturunan, gangguan kelenjar tiroid atau bisa juga karena produk perawatan rambut yang tidak cocok.

Bagi Anda yang telah mencabut uban yang mengganggu di kepala Anda, Anda tidak perlu takut uban tersebut akan datang kembali dengan sangat banyak.

Menurut laman uamshealth.com yang dikutip oleh JawaPos.com, Kamis (8/8) gagasan bahwa mencabut uban akan menyebabkan 10 uban lagi tumbuh di tempatnya tidaklah benar. Dan hal tersebut adalah mitos.

Jika Anda tidak yakin, seorang dokter keluarga dari University of Arkansas for Medical Sciences (UAMS) dan pengobatan pencegahan Dr. Shaskank Kraleti, MD, menjelaskan ilmu kedokteran di balik mitos ini.

Dia mengatakan bahwa mencabut uban hanya akan menghasilkan uban baru pada tempatnya karena hanya ada satu helai rambut yang mampu tumbuh per folikel.

"Setiap helai rambut tumbuh dari satu folikel di kepala. Jadi, jika Anda mencabut uban, rambut yang tumbuh kembali kemungkinan akan berwarna putih juga dan hanya satu helai,"kata dia.

"Rambut di sekitar Anda tidak akan memutih sampai sel pigmen folikelnya mati,"lanjutnya.

Dr Kraleti menjelaskan bahwa rambut Anda berubah menjadi abu-abu atau putih ketika sel pigmen di folikel yang mengelilingi rambut mati.

“Saat Anda mencabut rambut, rambut baru akan tumbuh di tempatnya dan karena sel pigmen tidak lagi memproduksi pigmen, rambut baru ini juga akan berwarna putih,"paparnya.

Apakah ini berarti Anda harus terus mencabut uban tersebut? Kraleti tidak menyarankan untuk mencabut rambut putih atau uban Anda. Sebab, kata dia, mencabut dapat menimbulkan trauma pada folikel rambut.

“Jika ada uban yang harus dihilangkan, potonglah dengan sangat hati-hati. Mencabut dapat menimbulkan trauma pada folikel rambut, dan trauma berulang pada folikel mana pun dapat menyebabkan infeksi, pembentukan bekas luka, atau mungkin menyebabkan kebotakan,"tuturnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore