Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Maret 2024 | 17.09 WIB

Pahami 7 Aturan Hidup Menarik dari Seorang Jenius Albert Einstein

Dan jika Anda gagal mencapai solusi yang selama ini Anda kejar, jangan putus asa. Seperti yang ditulis Einstein kepada temannya David Bohm, “Anda tidak boleh tertekan oleh besarnya masalah. Jika Tuhan telah menciptakan dunia, kekhawatiran utama-Nya tentu saja tidak membuat kita mudah memahaminya.” 

Meskipun Einstein sangat terkenal karena masalah-masalah yang berhasil ia selesaikan, dibalik itu ada banyak solusi yang tidak dapat ia selesaikan sepanjang hidupnya.

  1. Jangan biarkan politik membuat Anda marah sejadi-jadinya dan putus asa

Dalam korespondensi dengan sepupunya Lina Einstein, dia menawarkan pelajaran yang sebaiknya kita perhatikan. “Soal politik tentu saja, saya masih tetap marah, tapi saya tidak mengepakkan sayap lagi, saya hanya mengacak-acak bulu saya.”

Berapa banyak dari kita yang pernah melihat seorang teman, kenalan, atau bahkan orang asing membuat pernyataan yang membuat kita marah, dan langsung marah, dipenuhi dengan kemarahan yang wajar, dan sebagai hasilnya melontarkan omelan?

Meskipun hal ini dapat memenuhi kebutuhan primitif kita untuk mengutarakan pendapat dan menantang apa yang kita anggap sebagai narasi yang tidak dapat diterima, seberapa sering respons tersebut benar-benar efektif dalam mencapai tujuan kita?

Terkadang, sangatlah penting untuk melakukan intervensi dan melakukan yang terbaik, seperti apa yang Einstein sebut sebagai “mengepakkan sayap kita.” 

Terkadang, respons terbaik adalah duduk santai, mengamati, berpikir, dan menunggu saat yang tepat dan strategis seperti apa untuk mengambil tindakan. Hal ini seringkali merupakan tindakan yang bijaksana.

  1. Jangan menjadi buta terhadap satu pemikiran, terbukalah

Banyak di antara kita, ketika mendengar sesuatu yang kita yakini tidak masuk akal, kita seringkali langsung mengambil keputusan untuk menentangnya, terlepas dari apa yang sebenarnya ditunjukkan oleh bukti-bukti lengkap. 

Ketika kita meninggalkan kemampuan berpikir kritis karena kita yakin kita tahu jawabannya, kita cenderung hanya akan mengikuti mereka yang sependapat dengan kita dan menentang mereka yang mendukung hal berbeda. 

Bagi Einstein, hal ini mewakili kematian pikiran rasional, yang disebutnya “kegilaan kolektif” atau “pikiran kawanan”.

Saat ini, kita mungkin akan menyebutnya sebagai pemikiran kelompok, dan Einstein mencatat bahwa hal ini sering kali didorong oleh seorang tokoh terkemuka yang melontarkan propaganda.

  1. Ilmu pengetahuan, kebenaran, dan pendidikan adalah untuk semua orang, bukan hanya untuk segelintir orang yang memiliki hak istimewa

Einstein sering kali sangat kritis terhadap Pemerintah Amerika Serikat, bahkan setelah beremigrasi pada tahun 1930-an dan mendapatkan kewarganegaraannya pada tahun 1940.

Sejarah perbudakan dan segregasi serta rasisme yang masih berlangsung, khususnya yang beresonansi dengannya seperti halnya anti-Semitisme, pada dasarnya merendahkan martabat manusia dan tidak berdasar.

FBI memulai berkas tentang Einstein pada tahun 1932, dan berkas tersebut telah berkembang menjadi lebih dari 1400 halaman pada saat Einstein meninggal pada tahun 1955.

Lalu, tindakan anti-rasis Einstein dianggap sebagai tindakan yang bertentangan dengan Amerika. Tapi Einstein tidak akan jera.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore