
AGAR TAK MERUSAK ACARA: Sebelum menghadiri jamuan makan, tanyakan dress code dan konsep acara. Komunikasikan kepada tuan rumah hika ingin mengajak pasangan atau teman lain untuk ikut datang. Hindari membawa pulang suguhan, kecuali tuan rumah menawarkan. (
Sebagai makhluk sosial yang bergaul, tak jarang kita mendapat undangan acara jamuan makan bersama. Bisa untuk momen ulang tahun, syukuran, buka bersama, sekadar traktiran, atau apa saja. Pengundang ingin kita menjadi bagian dari kebahagiaannya.
---
DIUNDANG ke suatu jamuan makan, tampaknya, merupakan hal yang biasa. Namun, ada hal-hal penting yang perlu kita perhatikan. Jangan lupa mengucapkan terima kasih karena telah diundang dan menanyakan beberapa hal kepada pengundang. Antara lain tentang:
• Di mana venue-nya, acaranya formal atau informal.
• Busana atau dress code yang dimohon/ditentukan.
• Undangan untuk pribadi atau bersama pasangan.
• Bolehkah membawa sesuatu, misalnya oleh-oleh sebagai suguhan tambahan.
Meski mungkin undangan jamuan makan santai dari teman akrab, hal-hal di atas perlu juga dilakukan supaya tidak keliru dan bisa memenuhi harapan pemilik acara.
Berikut beberapa alasan mengapa begitu penting untuk berkomunikasi jelas dengan pengundang. Antara lain:
• Jangan sampai kita ’’merusak’’ acara yang digagas pengundang.
• Kadang ada yang tanpa izin mengajak teman-temannya.
• Membawa sesuatu, tetapi tidak sesuai dengan hidangan/suasana secara keseluruhan.
Bolehkah kita membawa sesuatu sebagai oleh-oleh bagi pengundang? Sebetulnya bagus. Namun, kalau niatnya untuk memperbanyak hidangan, sebaiknya ditanyakan dulu, ’’Kalau saya diizinkan bawa makanan, sebaiknya bawa apa ya?’’.
Karena ada juga pengundang yang ingin meng-arrange segala sesuatu dari dirinya sendiri, hingga ke detail makanan. Sehingga mungkin jika dijawab boleh, mungkin akan ditambahi, ’’Tapi buat saya pribadi aja ya, nggak saya hidangkan’’.
Membawa oleh-oleh cenderamata adalah jalan aman jika tidak sempat berkomunikasi lebih jauh dengan pengundang. Misalnya, oleh-oleh hiasan meja, aksesori unik, atau camilan ringan seperti cokelat sebagai sebuah perhatian atau tanda kasih.
Jika acara makan bersama disepakati dengan cara potluck atau semi-potluck, kita memang wajib membawa suatu jenis makanan. Lauk, dessert, snack, camilan, puding, atau apa pun. Bisa bebas, bisa sesuai kesepakatan dengan yang lain.
Di luar acara berkonsep potluck, di mana semua suguhan adalah dari pengundang, bagaimana adab saat acara selesai dan akan pulang? Poin-poin berikut perlu menjadi perhatian.
• Jika pengundang tidak menawarkan makanan yang tersisa, berarti kita tidak layak bertanya, ’’Bolehkah membawa ini atau itu?’’.
• Jika pengundang sudah menyediakan bingkisan makanan bagi para tamunya, itulah yang kita bawa.
• Jika ada masakan yang kita sukai, meski masih tersisa, hindari untuk meminta bawa pulang.
• Jangan sampai ’’menguras habis’’ makanan suguhan untuk kita bawa pulang hanya karena tampak masih tersisa banyak. Ingat, masih ada keluarga pengundang.
• Jaga kehormatan diri dengan mengingat orang-orang lain. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
