
BERMAIN: Orang tua perlu memahami beragam emosi anak. Perubahan emosi bisa menjadi tanda ada sesuatu pada si kecil. Termasuk bila mereka menjadi korban child grooming atau pelecehan seksual. (ILUSTRASI diperagakan model. Kenzie, Ricky, dan Christabel - Di
JawaPos.com - Bukan rahasia lagi, kualitas udara yang terpapar polusi di kota-kota besar menjadi salah satu masalah kesehatan bagi masyarakat. Khususnya untuk pernapasan. Tak terkecuali anak-anak yang aktif beraktivitas di luar ruangan.
Tentunya, hidup berdampingan dengan polusi udara menjadi tantangan bagi orang tua. Bahkan, organisasi PBB pemerhati hak anak, UNICEF, menyebutkan, sebanyak 300 juta anak terpapar polusi udara setiap harinya.
Ashtra Dymach, Founder dan Content Creator HaloIbu mengatakan, sebagai masyarakat yang hidup di kota memang harus menerima beraktivitas sehari-hari dengan polusi udara dan tidak dapat dihindari. Untuk itu, perlu adanya kesadaran menjaga kesehatan keluarga dan melakukan perubahan-perubahan kecil dalam gaya hidup dengan lebih memperhatikan lingkungan. Sehingga memiliki dampak positif bagi kehidupan.
“Jadi, tinggal di ibukota sebagai seorang ibu itu serba salah juga sih. Kalau melakukan 100 persen green living kayaknya gak bisa sih, but try for small gesture. Anak butuh keluar rumah buat main outdoor, itu penting banget anak keluar butuh ketemu temen-temennya," ujarnya baru-baru ini.
Lantas apa saja sih yang bisa dilakukan untuk bisa menjaga kulitas udara tetap baik di lingkungan rumah?
Ada beberapa langkah kecil yang bisa dilakukan. Misalnya tidak membakar sampah sembarangan. Lalu ajarkan untuk anak perbanyak minum air putih dan makanan bergizi yang cukup tiap harinya. Bisa juga menggunakan penyaring udara dalam rumah.
Membiarkan anak bermain di luar rumah juga tidak apa-apa, asal batasi waktunya. Lalu, usahakan gunakan masker jika memang kualitas udara sangat buruk.
"Sama satu lagi sih. Aku gak bisa bohong. Kalau sudah urgent sekarang, coba pindah ke tempat yang lebih bagus kualitas udaranya. It has to be one of option," pungkasnya.
Terlebih, ungkap Ashtra, salah satu dampak yang paling besar dari polusi udara kepada anak-anak adalah kesehatan pernapasan. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap penyakit-penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Kayak penyakit-penyakit ISPA itu, kalau anak kecil sudah sekolah, (penyakit seperti) pilek, travel-nya cepat. Jadi pemilihan gaya hidupnya penting banget sih,” bebernya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
