Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juni 2020 | 23.02 WIB

Sambut Gembira Mal Dibuka, Desainer: Online Tetap Jadi Andalan

Pekerja membersihkan dan membereskan barang dagang disebuah tenant yang ada di pusat perbelanjaan Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Rabu (3/6/2020). Pengelola pusat perbelanjaan mau membuka lagi Mal jika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir. nam - Image

Pekerja membersihkan dan membereskan barang dagang disebuah tenant yang ada di pusat perbelanjaan Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Rabu (3/6/2020). Pengelola pusat perbelanjaan mau membuka lagi Mal jika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berakhir. nam

JawaPos.com - Operasional mal yang bakal kembali dibuka pada 15 Juni, disambut baik oleh sejumlah desainer. Terutama bagi mereka yang memiliki gerai di dalam mal. Masa pandemi Covid-19 membuat para desainer terpukul saat mal ditutup selama 3 bulan bahkan menjelang Ramadan dan Lebaran.

Ketua Indonesian Fashion Chamber (IFC) DKI Jakarta Hannie Hananto menjelaskan, sejumlah teman-teman desainer mengaku senang saat mal akan dibuka kembali. Penjualan mereka yang sempat merosot, kini akan kembali bergeliat.

"Beberapa teman desainer yang punya gerai atau produknya dijual di gerai departement store senang sekali ya mal dibuka. Sebab saat mal ditutup, bagi mereka yang punya produk di mal itu kasihan ya. Besar sekali ruginya. Sebab produksi itu umumnya sudah dibuat massal pada tahun lalu. Jadi rugi banget ya," kata Hannie Hananto kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Meski mal sudah mulai dibuka lagi nanti, Hannie menilai penjualan online tetap menjadi sarana utama. Sebab meski sudah dibuka, kasus Covid-19 yang masih tinggi per hari, pasti masih akan membuat masyarakat takut untuk keluar rumah. Maka penjualan online tetap akan menjadi sarana utama.

"Tapi kami rasa, pembeli masih agak takut ya berkunjung ke mal. Belum semuanya akan membeli offline. Maka online pasti tetap jadi andalan kami," ujar Hannie Hananto.

Bagi yang punya butik atau gerai offline sendiri, kata dia, para desainer juga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan. "Pasti ya imbauan untuk rajin membersihkan gerai dengan disinfektan, area cuci tangan, hand sanitizer, jaga jarak, dan memakai masker, tetap terus kami imbau," jelasnya.

Uniknya lagi, kata dia, tren belanja online saat ini bukan lagi hanya membeli barang-barang murah. Produk fashion seharga jutaan pun berani dipesan oleh konsumen.

"Bukan yang murah lho ya, harga jutaan sudah berani untuk pesan lewat online. Asal branding-nya atau imej desainer atau penjualnya terpercaya. Apalagi mungkin orang tua dan kelompok rentan masih takut untuk pergi ke luar, maka biasanya anaknya yang dititipkan untuk beli online," katanya.

Perjuangan Selama Pandemi

Bagi Hannie Hananto dan desainer lainnya, pandemi Covid-19 justru membuat mereka tetap bisa bertahan dan berkreasi. Justru era ini, membuat para desainer dan konsumen benar-benar mengandalkan penjualan online.

"Pada awal-awal pandemi, saya dengan para perajin di Sumedang itu sudah mulai menerapkan pembuatan desain dari rumah masing-masing. Malah lebih nyaman lho kerja berjarak begitu. Misalnya print dikerjakan di rumah masing-masing lalu saya buka penjualan dengan Pre Order. Jadi enggak berat biaya produksinya, ini sudah zamannya digital ya," jelasnya.

Beruntung, penjualan pun mengalir di tengah pandemi. Apalagi bagi teman-teman desainer lainnya yang yang tak bisa lagi mengandalkan penjualan di mal, maka penjualan online pasti menjadi media paling strategis.

"Dibilang sepi pembeli justru enggak ya. Malah lebih ramai, karena orang takut keluar rumah. Jadi pesan lewat online lebih banyak. Apa entah mau Lebaran ya, enggak tahu juga. Sekarang sih belum kelihatan ya trennya," katanya.

Hannie Hananto berharap pandemi Covid-19 segera bisa diredam dan angka kasus semakin menurun. Sehingga berbagai perhelatan fashion show akan bisa digelar lagi.

"Wah kalau fashion show itu belum tahu kapan bisa digelar. Mungkin kami akan gelar virtual. Sebab itu termasuk acara kesenian yang belum tentu kapan bisa digelar lagi, masih menunggu keputusan Gubernur," tandasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=i645nNylxEk

 

https://www.youtube.com/watch?v=Ur2hyw9TxsE

 

https://www.youtube.com/watch?v=yLzjAEohRHk

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore