Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Mei 2020 | 01.48 WIB

Mengenal Pseudo-Ceramide Pada Pelembap untuk Atasi Iritasi Kulit

Ilustrasi wajah seseorang yang menggunakan pelembap. - Image

Ilustrasi wajah seseorang yang menggunakan pelembap.

JawaPos.com - Menggunakan masker dan sering mencuci tangan jadi kebiasaan baru sejak pandemi Covid-19. Pakai masker terlalu lama ternyata bisa membuat kulit kering, iritasi, berjerawat, hingga timbul masalah lainnya. Maka dari itu, penggunaan pelembap sebelum memakai masker atau setelah mencuci tangan sangat penting.

Contoh pelembap yang dapat memperbaiki barrier kulit adalah pelembap dengan kandungan Pseudo-Ceramide. Pseudo-Ceramide mempunyai kemampuan untuk memproteksi kulit dan membantu memperbaiki barrier kulit yang rusak akibat pencucian yang sering.

Selain kandungan pelembap, aplikasi pelembap yang sering adalah hal yang penting bagi mereka yang memiliki kekeringan kulit dan juga untuk mencegah terjadinya kekeringan kulit. Pseudo-Ceramide melalui noroid bisa mengatasi kulit kering dan sensitif.

"Pelembab dengan kandungan Pseudo-Ceramide bermanfaat di dalam membangun struktur lipid yang ada pada lapisan kulit," kata Medical Affairs Manager Soho Global Health, dr. Melissa Djaja kepada wartawan dalam konferensi pers virtual, Selasa (12/5).

Menurut dr. Melissa, Ceramide adalah kandungan lemak yang ada di dalam tubuh manusia agar kulit terus terjaga kelembapannya. Jika dibuat menjadi lotion dan pelembab ternyata membutuhkan waktu yang sangat lama, bahan bakunya terbatas, dan harganya umumnya lebih mahal.

"Maka dalam bentuk sintesis yakni Pseudo-Ceramide adalah lipid sintetik yang mirip seperti lipid manusia. Pilihan yang cukup baik gantikan pelembab berbahan Ceramide. Sehingga sebelum memakai masker sebaiknya penting untuk memakai pelembap dengan kandungan Pseudo-Ceramide," jelasnya.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Tina Wardhani Wisesa, Sp.KK (K), FINSDV, FAADV mengatakan, secara garis besar kulit adalah organ paling luar dari tubuh, baik itu untuk orang dewasa maupun anak-anak. Sebagai organ terluar, proteksi tubuh paling depan adalah kulit.

Karena organ paling luar, kulit memiliki beban paling berat dalam melawan paparan faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu, jangan sampai anak-anak terganggu barrier atau sawar kulitnya, baik oleh faktor eksternal maupun internal.

"Terutama, di masa pandemi sekarang, orang tua harus tetap waspada. Sebab, tujuan perawatan kulit anak intinya hanya dua. Pertama, mempertahankan kulit anak sebagai pelindung. Kedua, mengurangi dan mencegah iritasi," katanya.

Menurut dr. Tina, walaupun pada anak penggunaan hand sanitizer dan cuci tangan, tidak sesering orang dewasa, namun tak sedikit orangtua atau ibu tak paham akan kandungan bahan aktif pada hand sanitizer. Sebab, tidak semua produk hand sanitzer cocok untuk anak.

Jika kandungannya tidak cocok pada kulit anak, terutama yang alergi, lapisan lemak kulit luar akan terganggu. Akibatnya, metabolisme pertahanan kulit tubuh akan berkurang. Sehingga menyebabkan virus, bakteri, atau jamur mudah masuk, yang pada akhirnya dapat berujung pada eksim.

"Dengan memakai pelembab sebelum pakai masker dan setelah cuci tangan akan melapisi kulit secara alami. Dan berikan pelindun juga mencegah iritasi. Bisa mengurangi kulit kering dan bersisik. Untuk anak, pelembab bisa digunakan sesering mungkin. Sebab pelembab kandungan Ceramide dan Pseudo-Ceramide aman untuk si kecil," jelas dr. Tina.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=YvaUszIDkwg

 

https://www.youtube.com/watch?v=i7Ji6xoY3lk

 

https://www.youtube.com/watch?v=86YeNFQA30Y

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore