Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 November 2019 | 00.23 WIB

3 Keuntungan dari Konsep Sustainable Fashion

ILUSTRASI. Sustainable fashion bukan hanya menciptakan busana ramah lingkungan tapi juga memikirkan kesejahteraan pekerja. (Forbes) - Image

ILUSTRASI. Sustainable fashion bukan hanya menciptakan busana ramah lingkungan tapi juga memikirkan kesejahteraan pekerja. (Forbes)

JawaPos.com - Para desainer saat ini tidak hanya mengutamakan kecepatan dalam memproduksi busana, tetapi juga kualitas. Karena itu para desainer, saat ini berkomitmen mengusung konsep Sustainable Fashion yang lebih ramah lingkungan dan memberdayakan industri.

Menurut Desainer Monika Jufry, sustainable fashion adalah konsep busana secara keseluruhan tidak hanya mengutamakan dari kainnya saja. Sustainable fashion memiliki makna luas yang bisa meningkatkan keberlangsungan dan kesejahteraan bagi para pekerjanya. Sehingga industri fashion akan tetap bertahan dengan menghasilkan kualitas yang baik.

"Sustainable fashion maknanya luas sih sebenarnya. Kita lihat dari kelangsungan kesejahteraan pekerjanya. Yang membuat baju. Lalu bicara soal kepedulian lingkungan memanfaatkan limbah dengan lebih eco friendly," jelas Monika kepada JawaPos.com dalam ajang Jakarta Fashion Trend baru-baru ini.

Sustainable Fashion, kata Monika, memiliki makna tak lekang oleh zaman (timeless) yang bisa diwariskan untuk generasi berikutnya. Monika mencontohkan dirinya menggunakan bahan-bahan daur ulang untuk meminimalisasi limbah fashion.

"Bahannya pakai daun ulang. Saya pakai benang-benang limbah jadi ornamen. Dari mulai pemakaian hingga packaging dan kami juga harus aware sama nasib pekerja. Kesejahteaan mereka," ujarnya.

Sebab Monika sadar bahwa fashion menjadi salah satu penyumbang limbah atau sampah terbesar. Apalagi di dunia industri saat ini produk fast fashion di industri ritel tak bisa dihindari.

"Apalagi saat ini preloved sedang booming ya. Akan lebih baik jika kita membuat kualitas baju yang tahan lama. Misalnya saya membuat juga busana dari limbah, perca, bahan. Enggak langsung buang, saya olah menjadi ornamen. Untuk bordir saya biasanya pakai pembordir manual, sehingga bisa memberdayakan pekerja," jelasnya.

Maka dengan itu semua, sustainable fashion bisa memberikan keuntungan simbiosis mutualisme antara desainer, pekerja, perajin, konsumen, hingga industri mode secara keseluruhan.

1. Pertahankan Ekonomi Pekerja

Dengan memberdayakan pekerja dan perajin, membuat nasib mereka tetap bertahan. Tak hanya dalam hal bordir, misalnya dalam mengaplikasikan ornamen payet bisa membantu para ibu rumah tangga untuk menghasilkan ekonomi untuk keluarga.

"Pekerjaan untuk payet, itu baru satu ornamen. Ini akan baik jika dilakukan serentak dunia fashion internasional. Satu produk berkualitas umurnya bisa lebih panjang," ungkapnya.

2. Perhatikan Perajin

Setiap perajin lokal mempunyai ciri khas sendiri yang harus dipertahankan. Cita rasa mereka dalam menenun atau membatik bisa diedukasi untuk lebih menjaga lingkungan. Maka kolaborasi perajin dan desainer akan menghasilkan kualitas fashion yang lebih baik lagi

3. Lebih Eco Friendly

Industri fashion saat ini mulai peduli dengan hal-hal yang berhubungan dengan alam. Pewarna alam secara industri memang akan merogoh cost lebih tinggi. Namun justru semangat sustainable tersebut bisa diaplikasikan.

"Bisa macam-macam ya sesuai ciri khas masing-masing desainer. Mungkin pakai pewarna alam. Kemasan eco friendly. Zero waste dan cara lainnya yang lebih ramah lingkungan," tandasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore