
Koleksi terbaru Biyan ditampilkan dalam pergelaran busana bertajuk
JawaPos.com - Dalam menciptakan suatu karya seni dibutuhkan filosofi khusus yang dapat memberi nilai dan rasa. Sumber inspirasi bisa datang dari refleksi perjalanan hidup maupun pengaruh seni klasik. Berawal dari kedua hal itu, desainer Biyan Wanaatmadja menuangkannya ke dalam rancangan busana perempuan yang lekat dengan sisi keromantisan dan kefemininan.
Lewat tangan dinginnya, perancang senior tersebut mengeluarkan lini womenswear bergaya victorian modern untuk Spring/Summer 2019. Terinspirasi ketika ia mengunjungi museum di berbagai belahan dunia, Biyan berhasil menuangkan pikiran tentang karya seni kuno dalam busana. Lewat 125 rancangan terbarunya, ia hadirkan busana dengan DNA-nya yang mewah, elegan, romantis, dan kontemporer.
"Tidak ada tema khusus untuk sesi kali ini. Saya membebaskan setiap orang untuk menginterpretasikan nilai seninya masing-masing lewat rancangan ini. Inspirasi kali ini tentang rangkaian jejak dan pengalaman, it's season of live, lightness, happiness, ringan romantic tanpa sesuatu yang berlebihan," ungkapnya saat konferensi pers show tunggalnya di Ballroom The Ritz Carlton Pasific Place, Jakarta Selasa (22/5).
Secara khusus Biyan tertarik pada penggunaan detail dan palet warna pelukis wanita era abad ke-19, Ivan Kuzmich Makarov. Rangkaian warna netral pun mendominasi koleksinya seperti off white nude, navy blue, dan hitam. Selain itu warna lain seperti scarlet red, rose, light green, bright yellow, dan sky blue berpadu dengan serasi.
Lapisan demi lapisan bertumpang tindih dalam bahan yang flowly seperti katun, lase, sutera, sulaman, organza, tulle, dan renda yang melayang ringan. Semuanya tertuang dalam siluet busana oversized, longgar, gaun mini, baby doll, dan padu padan tanpa batas.
Perancang yang lekat dengan desain full of embellishment tersebut juga tak lupa untuk memadukan banyak elemen terutama teknik patchwork, layering, embroidery, mix and lace. Beberapa di antaranya terdapat motif floral, alam, dan binatang. Sehingga, seluruh rancangannya memiliki nilai historical namun penuh dengan spirit kekinian.
"Fashion harus mewakili waktu. Kalo kita ingin melakukan sesuatu yang indah dan timeless, jawabannya adalah kesungguhan dan cinta. It's a tale of beauty, sheer layers of innocence and romance, something that is light yet immersive," tambahnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
