Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Maret 2022 | 12.48 WIB

Anak Mulai Belajar Toilet Training, Bukan Sekadar Tugas Ibu

BERTAHAP: Perkenalan anak pada perangkat di topilet menjadi bagian dari pelatihan ke toilet. Perlu kesabaran orang tua untuk mengajari anak. (Ilustrasi diperagakan model. Dite Surendra/Jawa Pos) - Image

BERTAHAP: Perkenalan anak pada perangkat di topilet menjadi bagian dari pelatihan ke toilet. Perlu kesabaran orang tua untuk mengajari anak. (Ilustrasi diperagakan model. Dite Surendra/Jawa Pos)

Bulan depan, si kecil usianya bertambah. Yeay, ini waktunya memulai toilet training! Kira-kira, adek mau nggak ya lepas popok dan belajar buang air kecil-besar di toilet? Tapi, kalau tidak mau, masak pakai popok terus?

---

TAK mungkin selamanya anak menggunakan popok dong. Betul nggak, Bund? Misalnya, si jagoan usianya sudah 4 tahun masih pakai popok. Pertama, tentu anak akan malu dan merasa tidak nyaman. Kedua, pengeluaran bisa boncos juga parents. Hehe.

Apa itu toilet training? Toilet training berarti anak mulai belajar buang air kecil atau besar di toilet. Nah, soal toilet training, pasangan figur publik Ringgo Agus Rahman dan Sabai Morscheck punya cerita menarik, Mom.

Kala itu keduanya tengah berlibur di Jepang beberapa waktu lalu. Tak ketinggalan, putra sulung mereka, Bjorka Dieter Morscheck, ikut diajak terbang sekalian ke Negara Matahari Terbit tersebut.

Saat itu Ringgo dan Sabai menjalankan toilet training kepada Bjorka sebelum tiba di Jepang. Ringgo mengaku sempat give up saat di Jepang sulit sekali menemukan toilet. Karena sudah lima celana Bjorka yang dibuang. Pemain film Keluarga Cemara tersebut meminta Sabai memberi Bjorka popok.

Begitu mendengar ucapan Ringgo, Sabai lantas menoleh. Dia menolak permintaan Ringgo. ”Sabai bilang, ’Anakku pasti bisa kok. Anakku hebat kok.’ Di situ aku langsung merasa keren banget sih istriku ini,” kenang Ringgo saat berbagi cerita di webinar Parentalk beberapa waktu lalu.

Menurut Sabai, saat dirinya mengiyakan permintaan Ringgo, toilet training untuk Bjorka akan mengulang dari awal lagi. Sabai tak ingin hal itu terjadi. Karena itu, dia mengaku rela menemani jagoan kecilnya tersebut. Baik itu buang air kecil ataupun besar. ”Aku nggak pernah mengeluh sedikit pun di depan Bjorka atau suami. Butuh konsistensi dan komitmen, baik itu ke aku ataupun suami,” paparnya.

Sejak memiliki anak, Ringgo mengaku tak pernah berhenti belajar kepada kerabat, psikolog, hingga Bjorka sendiri. Bahkan ketika pasukan kecilnya bertambah satu lagi. Prinsipnya, dia enggan menjadi orang tua yang menang sendiri. Semua masukan atau saran diterima Ringgo dan Sabai. Tidak terkecuali dari Bjorka si malaikat kecilnya.

Menurut Ringgo, mengurus anak bukan hanya peran atau tugas seorang ibu. Ayah pun harus ikut terlibat. ”Ayah perlu mendukung ibu yang biasanya lebih banyak mengambil alih dalam mengurus anak,” tutur pria kelahiran Bandung itu.

Ringgo menyatakan, dirinya menjadi saksi bagaimana Sabai mengalami kesulitan saat hamil besar di awal kehamilan. Kemudian, waktu tidur Sabai juga berkurang. Karena itu, dia tak mau Sabai sendirian dalam mengurus anak. Dia ingin terlibat juga.

Hal senada dirasakan Felania, 32. Ibu dengan tiga anak tersebut sempat pusing karena anaknya, Fero, buang air kecil hingga empat kali di celana dalam satu hari. ”Saat di kereta sempat bingung. Bisa nggak ya? Akhirnya disiasati dengan lokasi duduk yang dekat toilet,” ujarnya.

Felania mengungkapkan, toilet training butuh kekompakan antara suami dan istri. Dia menyebutkan, peran suaminya dalam toilet training ialah memastikan buah hatinya nyaman dan percaya untuk menyampaikan sesuatu ke ayah atau ibu. ”Ayah selalu bilang, ’Kalau pengin pipis bilang ya. Ayah temani, mama nanti bantu kok.’ Berkali-kali menyampaikan begitu,” ungkapnya.

Konselor anak Gita Harsono mengatakan, orang tua perlu membaca tanda-tanda anak siap menerima toilet training. Baik itu tanda fisik maupun emosi. Setiap anak tidak bisa disamakan kapan dapat menerima toilet training. Namun, umumnya, anak bisa di-toilet training ketika usia 1,5 sampai 2 tahun.

Lantas, apa tanda fisik itu? Pertama, anak sudah bisa mengungkapkan ekspresi. Misalnya ekspresi menahan buang air besar atau kecil ketika masih menggunakan popok. Kedua, anak mampu melepaskan dan memakai celana sendiri. ”Kalau emosional, anak merasa tidak nyaman ketika popoknya basah,” tambah Gita. (sam/c9/tia)

---

BEGINI CARA TOILET TRAINING

1. Tak kenal, maka tak sayang. Kenalkan anak pada toilet. Dimulai dari fungsi toilet.

2. Ajari anak cara menggunakan toilet. Misalnya, menekan flush hingga menyiram kloset sampai bersih.

3. Mulai rutinkan. Misalnya, 45 menit atau 1 jam setelah minum air.

Diolah dari beberapa sumber

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore