Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Maret 2018 | 04.23 WIB

Ketika Dilan Ikut Memeriahkan Hari Filateli Nasional

Perangko edisi Dilan diluncurkan tepat di Hari Filateli Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Maret - Image

Perangko edisi Dilan diluncurkan tepat di Hari Filateli Nasional yang diperingati setiap tanggal 29 Maret

JawaPos.com - Meski hampir terlupakan, prangko masih memiliki ruang tersendiri bagi mereka yang hobi mengoleksi benda-benda pos atau filateli. Nah, setiap tanggal 29 Maret diperingati sebagai Hari Filateli Nasional.


Lantas, seperti apa sih sejarah Filateli di Indonesia? Sejarawan Andi Achdian mengisahkan bahwa klub-klub filateli berkembang di Indonesia sejak awal Abad ke-20. Setiap kota memiliki klub-klubnya sendiri seperti Batavia, Surabaya, Malang, dan sebagainya.


Menurut Andi, kebiasaan mengoleksi benda pos itu diawali oleh orang-orang Belanda di Hindia saat itu. Pos menjadi sarana menghubungkan mereka dengan kerabat dan sahabat di negeri Belanda.


"Keberadaan penggemar pengumpul prangko sudah ada mulai akhir abad ke-19, ketika semakin banyak warga Belanda tinggal di Hindia," papar Andi kepada JawaPos.com, Kamis (29/3).


Andi menuturkan, di antara orang-orang Indonesia, kebiasaan itu juga sudah berkembang sejak awal abad ke-20. Mereka yang melakukannya berasal dari kalangan terpelajar di sekolah Belanda.


"Kartini bisa jadi salah satu contohnya. Kegiatan korespondensi dan membangun sahabat pena merupakan salah satu hobi baru yang berkembang," jelasnya.


Ringkasnya, kata Andi, filateli adalah bentuk hobi baru seiring berjalannya modernitas di Hindia Belanda awal abad ke-20.


Tetapi, teknologi yang semakin maju membuat penggunaan prangko mulai ditinggalkan. Sebab, berkabar bisa dilakukan melalui sambungan telepon. Bahkan, saat ini, bisa berkomunikasi jarak jauh melalui video call.


Namun, tak mau kalah dengan kemajuan teknologi, PT Pos Indonesia meluncurkan prangko edisi khusus. Memanfaatkan demam film Dilan: 1990 di kalangan remaja, tepat di Hari Filateli Nasional 2018 ini, prangko dan kartu pos edisi Dilan diluncurkan di Gedung Filateli Jakarta, Kamis (29/3).


Diamati dari Instagram @filateliindonesia, muncul penampakan prangko dan kartu pos Dilan. Satu set kartu pos Dilan terdiri atas empat kartu dengan gambar berbeda.


Gambar-gambar di kartu pos itu tentu saja adalah dua tokoh utama cerita karangan penulis Pidi Baiq, yakni Dilan dan Milea. Untuk harganya, satu set kartu pos Dilan dibanderol dengan harga Rp 25 ribu.


Sementara untuk perangko Dilan: 1990, didesain apik lengkap dengan naskah proklamasi antara Dilan dan Milea sebagaimana cerita di film. Tentunya proklamasi cinta mereka berdua. Harganya masih tergolong masuk akal, yaitu Rp 50 ribu. Jadi, siapkah menambah koleksimu di Hari Filateli ini?

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore