
Warnatasku koleksi tenun Maumere
JawaPos.com - Kekayaan kain nusantara memang memiliki keindahan yang mampu menarik perhatian dunia. Salah satunya tenun dari Maumere, Nusa Tenggara Timur. Tak sekadar indah, kain tenun maumere memiliki makna yang mendalam akan hidup.
Salah satu satu label tas yang mengangkat tenun Maumere adalah Warnatasku. Setidaknya sudah 3 tahun mereka menggarap keaslian tenun ini. Founder dan Pemilik Label Warnatasku, Ervina Ahmad menjelaskan, tenun Maumere memiliki filosofi hidup dan bermakna magis. Sebab, tenun Maumere dibuat berdasarkan doa, cinta, dan harapan.
Di setiap corak dan motif yang dibuat oleh para perajin, terdiri atas berbagai motif yang menggambarkan keluarga.
“Jadi tenun Maumere itu ada corak yang besar itu motif utama, lalu goresan selanjutnya misalnya itu melambangkan ayah, ibu, dan cucu-cucunya. Jadi maknanya sangat dalam sekali. Ada cinta, doa, dan harapan di setiap tenun yang dibuat,” katanya dalam konferensi pers, Kamis (22/3).
Suami Ervina, Yudha Pratomo menjelaskan, secara adat masyarakat Maumere sejak lahir diberikan hadiah berupa kain tenun. Dalam acara adat pernikahan pun, tenun Maumere digunakan sebagai alat barter hadiah. Bahkan, ketika meninggal, ada pemberian tenun dan pewarisan tenun.
"Di NTT, tenun sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka. Dari lahir sampai akhir hayat pun dibungkus dengan tenun. Kami dari Warnatasku sudah jatuh cinta dengan tenun Maumere," ungkapnya.
Di NTT, masyarakatnya juga menggunakan tenun sebagai mahar dari pria. Kemudian tenun itu bisa ditukar dengan sapi. Semakin bagus corak dan semakin rapi kain tenun, maka sapi yang diperoleh akan semakin besar.
Oleh karena itu, tenun Maumere bukan hanya sebatas kain, melainkan merupakan bagian dari hidup masyarakat Maumere. Selama proses pembuatan kain, mood para pengrajin pun berperan sangat penting. Sebab, suasana hati akan berpengaruh pada warna kain tenun yang dihasilkan.
"Memang sejak awal pemintal benang dan pewarnaan, perajin di sana keadaan emosinya harus stabil. Misalnya warna indigo, kalau sedang sedih atau ada masalah, maka warnanya nggak keluar," kata Yudha.
Kain tenun memiliki daya tahan dan usia yang panjang. Warnatasku banyak menggunakan kain tenun yang usianya hingga puluhan tahun bahkan ratusan tahun.
“Karena itu perawatan kain tenun sebetulnya mudah, tenun bisa diwariskan ke anak cucu. Kami pun memberikan garansi seumur hidup sebab ada tenun yang umurnya panjang hingga 105 tahun,” ungkap Yudha.
Seperti diketahui, dalam ajang Muslim Fashion Festival (MUFFEST) pada 19-22 April 2018 nanti di Jakarta Convention Center (JCC), Warnatasku akan kembali menampilkan kecantikan tenun Maumere.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
