
Ilustrasi seseorang tersenyum menerima diri. (Freepik)
JawaPos.com - Mencapai penerimaan diri yang sejati sering terasa seperti perjuangan panjang untuk memperbaiki kekurangan.
Kita berusaha keras untuk menyingkirkan semua sifat yang tidak kita sukai dari diri sendiri demi kesempurnaan. Padahal, psikologi menawarkan sudut pandang yang jauh lebih lembut.
Melansir dari Geediting.com, gagasan ini menyatakan bahwa penerimaan diri justru melibatkan kita untuk merangkul sifat yang saling bertentangan dalam diri; seperti rasa takut sekaligus keberanian, atau sisi rentan dan kuat.
Tidak seharusnya kita menghapus kontradiksi tersebut untuk mencapai penerimaan diri. Menerima kontradiksi adalah kunci untuk menjalani kehidupan yang lebih utuh.
1. Merangkul Keberagaman di Dalam Diri
Penerimaan diri adalah tentang menyambut kontradiksi yang ada, bukan menghilangkan kontradiksi tersebut. Kontradiksi dalam diri justru berkontribusi besar pada keunikan setiap individu. Ini seperti menghargai semua sisi yang membentuk kepribadian kita.
2. Sumber Ketahanan dan Kekuatan
Saat kita merangkul kontradiksi diri, kita mendapatkan keberanian untuk menghadapi rasa tidak aman. Hal ini juga membantu kita mengatasi kemunduran dan bangkit kembali dengan lebih kuat dari sebelumnya. Kontradiksi menjadi sumber ketahanan alih-alih kelemahan.
3. Menghargai Ketidaksempurnaan Diri
Penerimaan diri yang sejati berarti mengizinkan diri kita menjadi individu yang rumit dan 'tidak sempurna' secara indah. Ini bukanlah upaya untuk menyederhanakan diri. Sebaliknya, hal ini membuat kita memahami dan menghargai semua sisi yang saling bertolak belakang.
4. Menumbuhkan Toleransi terhadap Orang Lain
Ketika kita belajar menerima kontradiksi dalam diri kita, kita juga lebih mudah memberikan penerimaan kepada orang lain. Kita menjadi lebih toleran serta memahami kerumitan dan kontradiksi pada orang di sekitar kita. Proses ini berjalan dua arah dan saling memvalidasi.
5. Bukan Latihan Kritik Diri
Mengakui dan merangkul kontradiksi sama sekali bukanlah upaya untuk mengkritik diri sendiri. Hal itu juga bukanlah sebuah pencarian yang melelahkan untuk selalu menjadi lebih baik. Ini adalah pemahaman sederhana bahwa kerumitan adalah bagian alami dari eksistensi manusia.
6. Memperkaya Identitas, Bukan Mencairkannya

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
