ilustrasi orang yang pakai headphone. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com – Banyak orang tanpa sadar berisiko mengalami kerusakan pendengaran permanen karena mendengarkan musik dengan volume tinggi di earphone mereka.
Meskipun kenikmatan musik tak terbantahkan, penting untuk memahami konsekuensi jangka panjang dari membiarkan telinga Anda terpapar suara keras.
Bahaya sebenarnya bukan hanya volume, tetapi juga frekuensi dan durasi paparan.
Baca Juga: 5 Zodiak Beruntung yang Akan Mendapatkan Semua yang Mereka Impikan Sebelum Oktober 2025 Berakhir
Aspek yang paling mengkhawatirkan adalah gangguan pendengaran akibat musik keras dapat bersifat permanen dan gejalanya tidak langsung muncul.
Banyak orang tanpa sadar melanjutkan kebiasaan buruk ini tanpa menyadari potensi konsekuensinya.
Dilansir English jagran, berikut empat efek buruk akibat mendengarkan musik dengan volume tinggi.
Semakin keras musik dan semakin lama paparannya, semakin besar risiko kerusakan sel-sel rambut.
Meskipun kerusakannya mungkin tidak langsung terlihat, paparan volume tinggi yang berulang mempercepat penurunan fungsi telinga, yang mengakibatkan gangguan pendengaran permanen.
Salah satu konsekuensi signifikan dari mendengarkan musik dengan volume penuh secara teratur adalah Noise-Induced Hearing Loss (NIHL).
Gangguan pendengaran jenis ini disebabkan oleh paparan suara keras dalam waktu lama seperti musik, mesin, atau konser.
Menurut WHO, sekitar 1,1 miliar anak muda di seluruh dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat praktik mendengarkan yang tidak aman, terutama melalui perangkat audio pribadi.
Risiko kerusakan pendengaran meningkat secara signifikan saat menggunakan headphone atau earbud.
Tidak seperti speaker biasa yang menyebarkan suara ke lingkungan sekitar, perangkat in-ear menyalurkan suara langsung ke liang telinga sehingga meningkatkan potensi bahaya.
Salah satu tanda awal kerusakan pendengaran akibat musik keras adalah tinnitus, yaitu suara berdenging, berdengung, atau mendesis yang terus-menerus di telinga.
Tinnitus terjadi akibat kerusakan sel-sel rambut di telinga bagian dalam dan dapat muncul bahkan setelah terpapar musik bervolume tinggi dalam waktu singkat.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
