Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 September 2025 | 13.15 WIB

6 Cara Putus yang Paling Memalukan, Tunjukan Karakter Seseorang

ilustrasi putus cinta. (Freepik) - Image

ilustrasi putus cinta. (Freepik)

JawaPos.com - ​Putus cinta itu sudah pasti menyakitkan. Tapi, cara seseorang mengakhiri hubungan benar-benar bisa menunjukkan kualitas karakternya. Kalau kamu lagi mencari pasangan baru, perhatikan baik-baik bagaimana mereka mencampakkan mantan-mantannya. 

​Jangan buang waktu kamu untuk orang yang memilih jalan termudah hanya untuk menyelamatkan diri sendiri. Seseorang yang takut menghadapi sedikit konfrontasi untuk mengakhiri hubungan dengan benar, kemungkinan besar akan membawa sikap tidak bertanggung jawab dan pengecut itu ke dalam hubungan kamu.

Jauhi enam cara putus yang paling memalukan ini jika kamu ingin menjalin hubungan dengan seseorang yang dewasa dan menghargai kamu. Berikut 6 cara putus yang paling buruk seperti dirangkum dari laman Your Tango!

​1. Mengumumkan Perpisahan di Media Sosial Dulu

​Di zaman sekarang, mengubah status hubungan di medsos memang gampang. Namun, menjadikan itu sebagai cara mengumumkan putus cinta tanpa bicara langsung adalah hal yang harus dihindari. 

Itu sama saja tidak menghargai privasi dan perasaan mantan kamu. Baik saat baru jadian atau saat putus, kamu harus selalu bicara atau setidaknya memberi tahu pasangan kamu sebelum mengubah status. Membiarkan mantan kamu tahu dari timeline media sosial adalah tindakan pengecut yang maksimal.

​2. Memilih Tempat Ramai Hanya untuk Menghindari Pertengkaran

​Ini adalah kesalahan klasik dari orang yang takut berdebat. Kamu mungkin berpikir, kalau membawanya ke tempat umum, dia tidak akan marah, tidak akan teriak atau menangis, dan perpisahan akan berjalan mulus. 

Sayangnya, ini seringkali salah besar. Yang terjadi, kamu malah terlihat bodoh, mantan kamu mungkin benar-benar membuat keributan, dan kalian berdua harus duduk canggung lama-lama menunggu tagihan datang. Kecuali ada masalah keamanan serius, putus cinta di tempat umum adalah cara mengambil jalan pintas dari tanggung jawab emosional.

​3. Mengirim Kabar Putus Lewat Pesan Tertulis 

​Kisah dicampakkan lewat catatan tempel memang terdengar konyol, tapi cara ini sungguh tidak adil. Walaupun menulis terasa lebih mudah daripada bicara, cara ini sama sekali tidak menghormati mantan kamu. 

Kamu tidak hanya lari dari hubungan, tapi kamu juga menghilangkan hak mantan kamu untuk mengungkapkan rasa sakit dan kemarahan yang mereka rasakan. Mereka ditinggal dengan selembar kertas, sementara kamu menghindar dari segala konsekuensi emosional.

​4. Menyuruh Orang Lain untuk Menyampaikan Kabar Putus

​Seperti cerita dicampakkan oleh pesuruh atau teman, meminta orang lain untuk menyampaikan kabar putus adalah tindakan yang hanya pantas dilakukan saat kamu masih SD. 

Meminta teman, keluarga, atau bahkan orang asing untuk melakukan pekerjaan kotor kamu adalah puncak ketidakdewasaan. Itu jelas menunjukkan bahwa kamu tidak cukup menghargai mantan kamu untuk menyampaikan berita penting dan menyakitkan ini secara langsung.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore