Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 29 Juni 2025 | 06.28 WIB

10 Momen dari Masa Lalumu yang Masih Membuatmu Terharu

Ilustrasi. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi. (Pexels.com)

JawaPos.com - Kenangan yang paling tenang sering kali meninggalkan jejak yang paling dalam. Terkadang, momen yang paling membekas bukanlah peristiwa besar, melainkan potongan kehidupan yang sederhana. 

Momen-momen yang datang diam-diam, menyentuh hati, lalu menetap selamanya. Inilah sepuluh adegan yang dialami banyak dari kita dan mungkin masih membuat tenggorokanmu tercekat puluhan tahun kemudian, seperti dilansir dari VehOut.

1. Saat pertama kali mendengar retakan di baju besi orang tua

Mungkin kamu berdiri di lorong rumah, mendengar suara orang tuamu yang biasanya tenang mulai bergetar saat menyebutkan kata “bunga”. Untuk pertama kalinya, kamu sadar: orang dewasa juga bisa takut.

Cahaya lorong terasa terlalu terang, dan rasa aman yang biasanya kokoh tiba-tiba bergeser.

Penelitian perkembangan menunjukkan bahwa anak-anak sangat peka terhadap isyarat emosional orang dewasa, bahkan ketika mereka tampak sibuk bermain. Mereka mendengarkan lebih dalam dari yang kita kira.

2. Hari ketika hewan peliharaanmu tak lagi menunggumu di pintu

Tak ada langkah kaki di lantai ubin, tak ada ekor yang memukul lemari. Heningnya rumah menjadi tanda bahwa sesuatu telah hilang.

Menurut sebuah studi tahun 2019 di Journal of Veterinary Medical Science, tingkat kesedihan setelah kehilangan hewan peliharaan dapat menyamai rasa duka atas kepergian orang tercinta.

3. Momen saat ditinggalkan dalam pemilihan tim

Ketika semua orang dipanggil satu per satu, dan kamu berdiri menunggu seolah-olah harga dirimu tengah dilelang. Sakitnya bukan hanya soal tidak terpilih, tapi tentang merasa tidak dianggap.

Sebuah studi pencitraan otak dalam Science menemukan bahwa pengucilan sosial mengaktifkan bagian otak yang sama dengan rasa sakit fisik: dorsal anterior cingulate dan anterior insula. Tak heran jika rasa perihnya bertahan hingga dewasa.

4. Ketika seorang guru percaya padamu lebih dari dirimu sendiri

Hanya satu kalimat, satu pujian kecil yang tidak kamu duga dan dunia terasa sedikit lebih mungkin. Seperti saat gurumu berkata, “Keuangan butuh pendongeng,” setelah membaca esai pendek yang kamu sembunyikan di bawah pintu kelas.

Pendidik Rita Pierson pernah berkata: “Setiap anak berhak mendapat seorang juara—seseorang yang percaya pada mereka bahkan sebelum mereka percaya pada diri sendiri.”

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore