Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 April 2023 | 22.57 WIB

Hasil Survei Belum Semua Orang Punya Rencana Pensiun Matang

Keluarga Indonesia masih sedikit yang memiliki perencanaan masa pensiun. - Image

Keluarga Indonesia masih sedikit yang memiliki perencanaan masa pensiun.

JawaPos.com–Menyiapkan masa pensiun dinilai masih penting oleh masyarakat Indonesia. Fakta tersebut terungkap dari hasil survei Manulife terhadap responden di Indonesia.

Sebagian besar responden Indonesia berpendapat apabila perencanaan masa pensiun penting dan menjadi prioritas tujuan finansial supaya mereka terlindungi dari ketidakpastian masa depan. Namun, hanya separo yang mempunyai rencana pensiun.

Hasil Manulife Asia Care Survey 2023 itu memaparkan 82 persen responden Indonesia menilai perencanaan masa pensiun sebagai langkah bijaksana. Namun, sayangnya, hanya 54 persen responden yang memiliki perencanaan.

Nah, lebih dari tiga perempat responden masih mengandalkan simpanan dana tunai dan hampir separo mengandalkan warisan serta skema jaminan pensiun pemerintah.

Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland mengatakan, hampir tiga perempat responden atau 74 persen memperkirakan mencapai target nilai simpanan pensiun dalam waktu sepuluh tahun.

”Terkait kondisi keuangan saat ini, 79 persen responden Indonesia juga bersikap lebih positif, dengan 80 persen responden memperkirakan peningkatan kondisi keuangan dalam 12 bulan ke depan,” terang Ryan Charland.

Responden Indonesia memperkirakan memasuki masa pensiun pada usia 58 tahun dan mulai mengalami gangguan kesehatan pada usia 63 tahun. Pandangan itu diperkuat oleh 63 persen responden yang memperkirakan pendapatan meningkat tahun ini. Dalam perkiraan responden, kenaikan dapat mencapai rata-rata 30 persen.

Hal itu menyumbang keyakinan 88 persen responden terhadap kemampuan dalam mewujudkan tujuan keuangan.

”Menarik untuk dicatat bahwa responden Indonesia memiliki minat terendah untuk memiliki dana guna membiayai kebutuhan kesehatan pada masa depan dibandingkan semua negara lain di dalam survei,” tambah Ryan.

Ryan menyebutkan, ada dua dana yang menjadi prioritas dari tujuan finansial. Yakni, dana pensiun (54 persen) dan dana darurat (49 persen). Sementara itu, menyiapkan dana pendidikan (40 persen) menempati urutan prioritas yang jauh lebih tinggi, begitu pula dengan membeli rumah (25 persen).

Menurut dia, keyakinan masyarakat Indonesia tentang kemampuannya mewujudkan tujuan finansial adalah hal yang positif. Namun, perlu didukung dengan perencanaan pensiun yang tepat. Prioritas masyarakat Indonesia fokus terhadap dana pendidikan dan rumah.

Namun, lanjut Ryan, jika tidak diimbangi dengan perhatian yang sama terhadap biaya kesehatan, sementara memenuhi tujuan keuangan jangka pendek, dapat menimbulkan masalah pada masa depan.

”Kami berkomitmen membantu keluarga Indonesia menyiapkan masa depan mereka dengan memperkecil gap dana pensiun dan proteksi melalui solusi yang kami miliki,” tutur Ryan Charland.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore