
Ilustrasi orang tua dan anak
JawaPos.com - Banyak orang tua yakin bahwa mereka telah melakukan yang terbaik dalam membesarkan anak-anak mereka. Namun, dalam dunia psikologi pola asuh, sering kali ada perbedaan antara niat orang tua dan bagaimana anak menerima pola parenting tersebut.
Faktanya, tidak semua anak dewasa berbicara terbuka tentang perasaan mereka terhadap cara mereka dibesarkan. Beberapa dari mereka memilih memendam rasa kesal, membiarkannya terlihat melalui perilaku tertentu yang mungkin sulit dikenali.
Jika Anda pernah bertanya-tanya apakah anak Anda diam-diam membenci pola parenting orang tua mereka, menurut Blog Herald pada Kamis (13/2) berikut adalah delapan tanda yang perlu diwaspadai.
1. Mereka Menjaga Jarak, Bahkan Ketika Tidak Ada Alasan untuk Melakukannya
Seiring bertambahnya usia, anak dewasa memang cenderung lebih mandiri. Namun, jika mereka terus-menerus menjaga jarak, baik secara emosional maupun fisik, ini bisa jadi ada alasan yang lebih dalam daripada sekadar kesibukan atau perbedaan gaya hidup.
Mereka mungkin menghindari percakapan yang terlalu dalam, jarang menghubungi lebih dulu, atau tampak tidak nyaman menghabiskan waktu lama bersama Anda. Dalam psikologi pola asuh, menjaga jarak bisa menjadi mekanisme perlindungan diri bagi seseorang yang memiliki luka emosional yang belum terselesaikan.
2. Mereka Menjadi Sangat Tegang Ketika Topik Tertentu Muncul
Ada beberapa hal yang bisa langsung mengubah suasana hati anak dewasa Anda. Mungkin itu tentang masa kecil mereka, nilai-nilai keluarga, atau keputusan besar yang Anda buat saat mereka masih kecil.
Jika mereka bereaksi berlebihan, menjadi defensif, atau tampak ingin menghindari pembicaraan, itu bisa jadi pertanda bahwa mereka menyimpan rasa frustrasi atau kemarahan yang belum terselesaikan.
3. Mereka Berjuang dengan Harga Diri dan Perfeksionisme
Anak dewasa yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh kritik atau tekanan tinggi sering kali mengalami kesulitan dengan harga diri. Mereka cenderung memiliki suara hati yang keras dan terus mempertanyakan apakah mereka cukup baik.
Perfeksionisme bisa muncul sebagai akibat dari pola parenting yang membuat cinta dan penerimaan terasa bersyarat. Jika anak Anda tampak sangat keras pada dirinya sendiri atau merasa bahwa mereka hanya berharga jika berprestasi, itu mungkin dampak jangka panjang dari cara mereka dibesarkan.
4. Mereka Menghindari Meminta Bantuan
Sebagian anak dewasa tidak ragu meminta nasihat atau dukungan dari orang tua mereka. Namun, jika anak Anda tampak selalu ingin menyelesaikan segalanya sendiri. Bahkan ketika jelas-jelas mereka sedang kesulitan, ini bisa menjadi tanda bahwa mereka diajarkan untuk tidak mengandalkan orang lain sejak kecil.
Bisa jadi mereka tumbuh dengan keyakinan bahwa meminta bantuan adalah tanda kelemahan, atau mereka pernah merasa diabaikan ketika mencoba meminta dukungan.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
