Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Februari 2025 | 21.00 WIB

Jangan Lakukan 8 Hal Ini agar Anak Tidak Kehilangan Rasa Hormat pada Orang Tua, Salah Satunya Melanggar Janji

Kepribadian orang tua yang tak menghormati batasan anak dewasa menurut psikologi. (freepik) - Image

Kepribadian orang tua yang tak menghormati batasan anak dewasa menurut psikologi. (freepik)

JawaPos.com - Menjadi orang tua adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan tantangan, sebab tidak ada sekolah untuk menjadi sosok orang tua.

Barang tentu salah satu tantangan yang dihadapi banyak orang tua adalah membuat anak tetap memiliki rasa hormat kepada kita.

Namun, Anda perlu tahu bahwa rasa hormat itu tidak datang dengan sendirinya. Rasa hormat pada orang tua perlu ditanamkan dan dipupuk sejak dini, melalui interaksi sehari-hari yang kita lakukan dengan anak.

Anak-anak belajar dari apa yang mereka lihat dan rasakan. Tentu, mereka akan menjadi cermin yang meniru perilaku orang tua mereka.

Oleh karenanya, jika ingin anak-anak Anda tumbuh sebagai pribadi yang penuh hormat, maka Anda perlu memulainya dari diri Anda sendiri.

Maka dari itu, dalam artikel ini mari membahas delapan perilaku yang perlu dihindari agar anak terus menghormati orang tua hingga mereka dewasa.

Melansir dari Geediting, delapan perilaku ini bisa menjadi faktor yang menjauhkan rasa hormat anak kepada orang tua. Untuk itu, mari mengetahui delapan hal yang harus dihindari tersebut.

1. Melanggar Janji

Konsisten adalah kunci dalam mendapatkan rasa hormat dari anak Anda. Ketika Anda mengatakan akan melakukan sesuatu saat berjanji, maka tepati.

Setiap kali Anda menepati janji, Anda menunjukkan kepada anak Anda bahwa perkataan Anda dapat diandalkan dan bahwa mereka dapat mempercayai Anda.

Di lain sisi, melanggar janji berarti mengajari mereka bahwa sebuah komitmen itu tidaklah penting. Ketika mereka tidak dapat mempercayai Anda, maka rasa hormat pun sulit untuk didapatkan.

Usahakan untuk menepati janji Anda. Jika keadaan berubah dan Anda benar-benar harus membatalkannya, jelaskan mengapa dan buatlah kompensasi untuk anak.

2. Meremehkan

Ketika Anda meremehkan perasaan atau cerita anak-anak, maka anak akan merasa tidak dianggap penting.

Untuk itu, berikan perhatian penuh Anda, tunjukkan minat yang tulus pada cerita mereka. Dengan menunjukkan empati pada emosi anak, maka Anda akan memberi contoh untuk menghormati orang lain dengan cara mendengarkan secara aktif.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore