
Orang tua dan anak yang tantrum/Freepik
JawaPos.com - Sebagai orang tua, menghadapi tantrum anak di tempat umum adalah hal yang pasti akan Anda alami, meskipun tidak ada yang bisa memprediksi kapan momen itu akan datang.
Ketika tantrum terjadi, seketika semua perhatian akan tertuju kepada Anda dan anak, dan situasi ini bisa terasa sangat menegangkan. Tantrum adalah hal yang biasa terjadi pada anak-anak usia 1 hingga 3 tahun.
Pada usia ini, anak bisa menangis, berteriak, menendang, atau bahkan menolak bergerak sama sekali. Seperti yang dikutip dari laman mensline.org.au, momen ini sangat umum terjadi pada anak-anak yang sedang berada dalam masa perkembangan emosional mereka.
Sayangnya, kejadian ini terjadi di tempat yang paling tidak Anda harapkan. Tantrum di tempat umum bisa sangat melelahkan dan membuat frustrasi.
Anda mungkin merasa panik dan ingin segera menghentikan reaksi tersebut dengan cara yang cepat. Seperti yang dijelaskan oleh laman positiveparentingsolutions.com, dalam situasi ini, Anda mungkin akan tergoda untuk berteriak, mengancam, atau bahkan menangis sendiri.
Reaksi tersebut justru bisa memperburuk keadaan. Sebaliknya, Anda perlu mencari cara yang lebih efektif untuk meredakan tantrum tanpa memperburuk suasana hati anak.
Dengan pendekatan yang tepat, Anda bisa membantu anak untuk lebih baik dalam mengelola emosinya dan mencegah tantrum terjadi lebih awal.
Berikut beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menangani tantrum anak di tempat umum dengan lebih tenang dan efektif.
Saat anak mulai tantrum, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah memeluknya dengan penuh kasih. Pelukan akan membuat anak merasa lebih aman dan tenang, meski suasana sekitar sedang ramai.
Meskipun Anda tidak setuju dengan sikap anak, tetaplah memberikan pelukan yang hangat dan tegas sambil mengusap punggungnya. Hal ini bisa memberi mereka rasa nyaman dan tahu bahwa orangtua mereka ada untuk mendukungnya.
Penting untuk tetap tenang saat menghadapi anak yang sedang tantrum. Jangan biarkan emosi Anda menguasai, karena berteriak atau membentak hanya akan memperburuk situasi.
Meneriaki anak atau memaksanya untuk berhenti tantrum tidak akan membantu. Sebaiknya, hindari berdebat dengan anak karena pada saat seperti ini, anak tidak akan bisa berpikir jernih.
Fokuslah untuk tetap tenang, karena ketenangan Anda akan mempengaruhi anak.
Memberikan pilihan kepada anak dapat membantu mereka merasa lebih terkendali dan mengurangi kemungkinan tantrum.
Misalnya, Anda bisa memberi mereka pilihan apakah ingin duduk atau berdiri, atau memilih aktivitas yang akan dilakukan setelah tantrum mereda.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
