
Seorang perempuan memeriksa kadar gula darah dengan alat pengukur glukosa digital. (Freepik)
JawaPos.com – Kadar gula darah yang tinggi atau hiperglikemia merupakan kondisi yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang, karena gejalanya cenderung berkembang secara perlahan.
Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, kondisi ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan serius. Mulai dari komplikasi diabetes, hingga gangguan pada organ vital seperti jantung, ginjal, dan mata.
Hiperglikemia dapat terjadi tidak hanya pada penderita diabetes, tetapi juga pada siapa saja yang memiliki pola makan tinggi gula, kurang beraktivitas fisik, atau memiliki stres berkepanjangan.
Oleh sebab itu, mengenali tanda-tanda awal kelebihan gula darah menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Dilansir dari Halodoc dan Alodokter, berikut tanda-tanda kelebihan gula darah yang perlu anda waspadai agar dapat mengambil tindakan pencegahan atau pengobatan sejak dini.
Rasa lelah yang berkepanjangan, atau dikenal sebagai "kelelahan diabetes," sering kali menjadi gejala awal gula darah tinggi. Kondisi ini terjadi meskipun anda mendapatkan tidur yang cukup, makan makanan bergizi, atau rutin berolahraga.
Tingginya kadar glukosa dapat merusak pembuluh darah kecil di mata dan menyebabkan pembengkakan pada lensa mata.
Akibatnya, ketajaman penglihatan menurun, dan sulit untuk fokus. Penglihatan kabur juga dapat menjadi tanda kerusakan saraf dan pembuluh darah akibat gula darah tinggi.
Secara umum, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2 dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar glukosa dalam tubuh.
Para ahli menjelaskan bahwa kondisi ini dapat memicu siklus rasa lapar yang terus-menerus, terutama saat tubuh berusaha menormalkan kadar gula darah.
Meskipun kadar glukosa rendah sering dikaitkan dengan peningkatan nafsu makan, kadar gula darah yang tinggi juga memiliki efek serupa. Akibatnya, seseorang mungkin kesulitan merasa kenyang ketika kadar gula darahnya melonjak.
Jika kondisi ini sering terjadi, hal itu bisa menjadi tanda tingginya kadar gula darah. Kadar gula yang tinggi dapat memicu lonjakan insulin, yang pada gilirannya menyebabkan berbagai masalah dalam tubuh. Salah satu dampaknya adalah ketidakstabilan energi.
Peningkatan kadar insulin dalam tubuh dapat memicu ketidakseimbangan hormon lain yang berdampak pada kulit. Salah satu contoh yang sering terjadi adalah munculnya jerawat atau kondisi kulit lainnya akibat lonjakan gula darah.
Menurut penjelasan dalam buku The Sugar Detox: Lose Weight, Feel Great and Look Years Younger, semakin banyak gula yang dikonsumsi, semakin besar pula dorongan untuk terus mengonsumsinya.
Fenomena ini terjadi karena rendahnya kadar gula darah atau karena faktor selera individu. Namun, makanan manis memiliki kandungan yang bisa membuat seseorang kecanduan, sehingga mereka terus-menerus merasa ingin mengkonsumsinya.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
