
Ilustrasi seorang yang blushing. (Freepik)
JawaPos.com–Kamu pasti pernah merasakan wajah tiba-tiba memerah ketika berada dalam situasi cemas atau malu, bukan? Merah pada wajah, atau yang sering kita sebut dengan blushing, memang merupakan respons tubuh yang sangat alami.
Ternyata, fenomena ini adalah reaksi tubuh yang terjadi karena adanya stres emosional yang sedang kita rasakan. Pada dasarnya, ketika kita merasa terancam atau berada dalam kondisi memalukan, tubuh akan merespons dengan mekanisme fight-flight-freeze.
Respons ini melibatkan sistem saraf kita yang menyebabkan beberapa perubahan fisik, seperti meningkatnya detak jantung dan sensitivitas yang lebih tajam. Salah satu efek yang paling jelas terlihat adalah wajah yang memerah.
Proses ini terjadi karena pembuluh darah di wajah kita melebar, memungkinkan lebih banyak darah mengalir ke area tersebut. Inilah yang menyebabkan pipi kita terlihat merah dan terasa hangat. Namun, tahukah kamu bahwa meskipun blushing sering membuat kita merasa malu, fenomena ini sebenarnya memiliki tujuan penting?
Dilansir dari Healthline, menurut penelitian yang dilakukan pada 2009, blushing, khususnya setelah mengalami kejadian sosial yang memalukan, bisa menjadi bentuk penyelesaian atau usaha menjaga hubungan dengan orang lain. Singkatnya, wajah yang memerah bisa menjadi sinyal bahwa kita tidak bermaksud buruk, meski dalam situasi yang tidak nyaman.
Namun, bukan berarti kamu harus membiarkan wajah memerah begitu saja. Jika kamu merasa kesal dengan blushing yang terus datang, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk menghentikannya atau setidaknya menguranginya.
Salah satu cara yang paling mudah dan cepat untuk meredakan blushing adalah dengan menarik napas dalam-dalam. Napas yang perlahan dapat menenangkan tubuh, mengurangi stres, dan membantu wajah kamu kembali normal.
Meski kamu sedang cemas atau malu, cobalah untuk tersenyum. Penelitian menunjukkan bahwa tersenyum bisa membuat tubuh merasa lebih rileks dan membantu mengurangi efek blushing. Ini bisa jadi trik jitu untuk menenangkan diri di tengah situasi yang membuat stres.
Blushing seringkali menjadi lebih intens saat tubuh terasa panas. Jika kamu mulai merasa wajah memerah, coba pindah ke tempat yang lebih sejuk atau lepas beberapa lapisan pakaian. Udara dingin dapat membantu menenangkan tubuh dan mendinginkan wajah.
Pastikan kamu tetap terhidrasi dengan baik. Minum air dingin sebelum atau selama situasi yang memicu blushing dapat membantu mencegah wajah merah. Hindari minuman beralkohol karena bisa memperburuk kondisi pada beberapa orang, terutama mereka yang memiliki sensitivitas tertentu.
Jika blushing mulai muncul, cobalah untuk mengalihkan perhatian dengan berpikir tentang hal-hal yang lucu atau menyenangkan. Ini akan membuat kamu tersenyum dan secara otomatis tubuh menjadi lebih rileks, sehingga memudarkan warna merah pada pipi.
Kadang-kadang, kita terlalu khawatir dengan blushing yang terjadi. Namun, menerima bahwa itu adalah hal yang normal dan bisa terjadi pada siapa saja, malah bisa membantu mengurangi kecemasan. Semakin kamu menerima, semakin jarang blushing itu muncul.
Beberapa orang lebih mudah memerah karena faktor tertentu, seperti memiliki rosacea atau sedang mengalami menopause. Hindari terlalu lama terpapar sinar matahari, konsumsi kafein, atau makanan pedas yang bisa memperburuk blushing.
Jika kamu tahu bahwa akan ada situasi stres seperti presentasi atau pertemuan penting, kamu bisa mencoba makeup dengan warna hijau. Warna hijau dapat menyamarkan kemerahan pada wajah, sehingga kamu terlihat lebih tenang.
Cobalah untuk menutup mata sejenak dan bayangkan bahwa orang-orang di sekitar tidak akan menilai kamu. Cara ini dapat membuat kamu lebih rileks dan membantu mengurangi blushing.
