
Ilustrasi bukan orang baik (Andrea Piacquadio/pexels.com)
JawaPos.com - Kita semua pernah merasakan sakit hati akibat perlakuan buruk dari orang lain. Guna menghindari pengalaman yang tidak menyenangkan tersebut, penting bagi kita supaya memiliki kemampuan membedakan antara orang yang baik dan yang tidak.
Psikologi telah mengidentifikasi beberapa tanda yang dapat membantu kita mengenali orang yang berpotensi membawa dampak negatif dalam hidup kita. Dengan memahami tanda-tanda ini, kita bisa lebih waspada dan melindungi diri dari orang-orang yang tidak tulus.
Dengan meningkatkan kesadaran kita, kita dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam berinteraksi dengan orang lain. Mengutip hackspirit.com, berikut ini beberapa tanda yang menunjukkan seseorang mungkin bukan orang baik menurut psikologi.
1. Kurang punya empati
Empati merupakan cermin yang memantulkan kemanusiaan kita. Melalui empati, kita bisa melihat diri kita dalam diri orang lain dan merasakan kesatuan yang mendalam dengan semua manusia. Kemampuan merasakan penderitaan orang lain adalah pengingat bahwa kita semua terhubung satu sama lain.
Ketika kita gagal menunjukkan empati, kita tidak hanya menyakiti orang lain, tetapi juga menyakiti diri sendiri. Empati menjadi salah satu kunci dalam menemukan kebahagiaan sejati dan membangun kehidupan yang bermakna.
Baca Juga: 7 Tanda Seseorang Bukan Orang Baik, Salah Satunya Bersikap Terlalu Baik, Menurut Psikologi
2. Terus menerus berbohong
Kejujuran adalah cerminan dari integritas seseorang. Ketika kita jujur, kita menunjukkan bahwa kita menghargai diri sendiri dan orang lain. Sebaliknya, ketidakjujuran merupakan bentuk ketidakhormatan terhadap diri sendiri dan orang lain.
Orang yang sering berbohong cenderung punya kesulitan dalam membangun hubungan yang mendalam dan bermakna. Mereka hidup dalam kebohongan yang mereka ciptakan sendiri, dan sulit bagi orang lain untuk benar-benar mengenal mereka.
3. Tidak bertanggung jawab
Pernahkah kamu bertemu dengan orang yang seakan kebal terhadap kesalahan? Mereka selalu berhasil memutarbalikkan situasi, sehingga kesalahan yang jelas pun menjadi tanggung jawab orang lain. Berhadapan dengan orang seperti ini, kita sering merasa berjalan di atas cangkang telur, takut akan reaksi mereka.
Sikap enggan mengakui kesalahan sering menunjukkan kesulitan seseorang dalam membangun hubungan yang sehat. Mereka cenderung menyalahkan orang lain, menghindari tanggung jawab, dan melihat diri sebagai korban. Ini menciptakan perilaku toksik dalam hubungan, karena kepercayaan dan pengertian sulit berkembang.
4. Terlalu mengontrol

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
