Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 13 November 2024 | 20.56 WIB

Menjelang Liburan Akhir Tahun, Ini Dia 5 Cara Agar Kamu dan Keluarga Tidak Tegang saat Rekreasi, Apa Saja?

Ilustrasi keluarga yang akan rekreasi. - Image

Ilustrasi keluarga yang akan rekreasi.

JawaPos.com - Menjelang liburan akhir tahun, setiap keluarga kerap menghabiskan momen dengan rekreasi ke suatu tempat. Bisa menginap di villa, pergi ke pantai, gunung, atau taman wisata.

Liburan akhir tahun juga merupakan momen yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga setelah sibuknya aktivitas sehari-hari. Selain itu, bertepatan dengan libur akhir semester anak-anak di sekolah.

Meskipun tujuan rekreasi itu untuk menenangkan pikiran dan mencari hiburan, tapi seringkali malah menjadi tegang karena masing-masing anggota keluarga ada yang tak mau mengalah atau salah satunya melakukan kesalahan hingga akhirnya tak bisa menikmati momen tersebut.

Melansir dari laman Psychology Today pada (13/11) ini dia 5 cara agar kamu dan keluarga tidak tegang saat rekreasi pada liburan akhir tahun nanti:

1. Mengatur ulang pola pikir

Berhati-hatilah dengan pola pikirmu sebelum adanya pertemuan keluarga. Ingatkan diri bahwa tujuan rekreasi adalah untuk bersenang-senang dan merayakan momen liburan akhir tahun, bukan malah berdebat.

Kemudian identifikasi hal yang sering memicu perdebatan antara keluarga dan putuskan cara untuk menanggapinya dengan tenang. Menetapkan tujuan sangat membantu untuk tetap rileks, sekalipun ada hal yang sensitif.

2. Diskusikan tentang hal yang disukai atau tidak pada masing-masing anggota keluarga

Sejatinya bahwa rekreasi dipenuhi dengan suka cita bersama keluarga, memulai obrolan hangat, dan saling mendukung satu sama lain. Sebelum itu tiba, alangkah baiknya dikomunikasikan dulu mengenai hal yang disukai atau tidak pada masing-masing anggota keluarga.

Mulai dari menu hidangan favorit masing-masing keluarga, obrolan yang layak dibicarakan saat kumpul, serta hindari hal-hal yang menyinggung secara sensitif antara satu sama lain.

Seorang terapis menyebutkan bahwa "kejelasan komunikasi akan mencegah kesalahpahaman". Maka berlatihlah untuk menetapkan batasan pada topik terlarang demi kenyamanan.

3. Menolak untuk menerima umpan

Jika salah seorang dari anggota keluarga mengemukakan isu kontroversial, maka berhentilah sejenak, bernapas, dan jangan bereaksi secara impulsif. Jawablah dengan berkata "Aku tahu ini penting, tapi kita bisa membicarakannya lain kali."

Ucapan itu akan membuat suasana rekreasi dengan keluarga yang asalnya tegang jadi tidak, karena tetap memilih perdamaian daripada konflik.

4. Arahkan percakapan kembali ke zona nyaman

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore