Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 November 2024 | 21.55 WIB

Orang yang Memutuskan Tetap Single Tapi Hatinya Tidak Ingin Kesepian Biasanya Menunjukkan 6 Tanda Ini Berdasarkan Pandangan Psikolog

Ilustrasi Orang yang Memutuskan Tetap Single Tapi Hatinya Tidak Ingin Kesepian (freepik) - Image

Ilustrasi Orang yang Memutuskan Tetap Single Tapi Hatinya Tidak Ingin Kesepian (freepik)

JawaPos.com - Bagi banyak orang, memutuskan untuk tetap single atau menjalin hubungan bisa menjadi pilihan yang sulit. Hati sering menginginkan satu hal, sementara logika mengarahkan pada hal lain.

Menjadi single mungkin terasa seperti pilihan terbaik, terutama untuk menghindari rasa sakit akibat penolakan atau kehilangan. Namun, penting untuk memastikan bahwa kita mengambil keputusan yang tepat untuk alasan yang benar, baik untuk diri sendiri maupun pasangan.

Dilansir dari kanal Youtube Psych2Go, Selasa (12/11), berikut adalah enam tanda bahwa meskipun Anda berpikir ingin sendiri, hati Anda mungkin menginginkan sebaliknya:

1. Emosi yang Bertentangan
Jika Anda merasa emosi Anda bercampur aduk tentang keputusan untuk tetap single, mungkin ini karena Anda takut untuk jujur pada diri sendiri mengenai apa yang sebenarnya diinginkan.

Dalam situasi ini, Anda mungkin terombang-ambing antara keinginan untuk memiliki ikatan emosional dan dorongan untuk tetap sendiri.

Pikiran Anda mungkin terus-menerus memberikan alasan bahwa Anda lebih baik sendiri, seperti "hubungan terlalu rumit" atau "pengalaman terakhir berakhir buruk," namun hati tetap menginginkan kedekatan.

2. Keinginan untuk Kebebasan
Mungkin Anda merasa menjadi single memberi Anda lebih banyak kebebasan dan kemandirian. Namun, menurut psikolog Dr. Roxy Zarabi, Anda sebenarnya tetap bisa memiliki kebebasan dalam sebuah hubungan yang sehat.

Terkadang, kebutuhan yang tinggi untuk kemandirian ini bisa muncul dalam bentuk keinginan untuk menemukan kekurangan pada calon pasangan, sebagai mekanisme untuk menjaga jarak emosional.

3. Kelelahan Emosional
Beberapa orang merasa bahwa hubungan lebih menguras emosi daripada memberi kebahagiaan, mungkin akibat pengalaman buruk di masa lalu atau melihat kegagalan hubungan orang lain.

Misalnya, pengalaman perceraian orang tua atau teman yang sulit melepaskan diri dari mantan yang toxic. Penting untuk memberikan waktu bagi diri sendiri sebelum memulai hubungan baru.

Namun, yang kurang baik adalah jika kelelahan ini justru dijadikan alasan untuk menutupi beban emosional yang seharusnya diselesaikan.

4. Kurangnya Kepuasan Pribadi
Jika Anda merasa tidak terpenuhi dalam hubungan sebelumnya, Anda mungkin meyakini bahwa menjadi single adalah solusi terbaik.

Menurut pelatih hubungan Brad Brown, kepuasan pribadi lebih berkaitan dengan diri kita sendiri daripada hubungan. Memiliki seseorang yang mendukung dan mencintai kita justru dapat mendorong kita untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

5. Keinginan untuk Eksplorasi
Bagi sebagian orang, menjadi single adalah kesempatan untuk mendapatkan pengalaman baru, bertemu orang baru, dan memperluas wawasan. Namun, keinginan untuk mengeksplorasi ini tidak harus menghalangi komitmen dalam hubungan.

Kadang-kadang, kita mungkin merasa perlu melakukan perubahan besar dalam hidup ketika merasa kehilangan arah, namun perubahan tersebut sering kali hanya solusi sementara.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore