
Ilustrasi kepribadian bikin persahabatan makin kuat (pexels)
JawaPos.com - Dalam mempererat hubungan persahabatan, kepribadian memegang peranan penting. Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam Evolutionary Psychological Science menunjukkan bahwa berbagai strategi digunakan oleh individu untuk memperkuat ikatan mereka dengan teman.
Strategi ini antara lain interaksi lebih sering, pemberian hadiah yang bijaksana, dan memberikan dukungan emosional. Namun, bagaimana strategi-strategi tersebut diterapkan sangat dipengaruhi oleh kepribadian seseorang.
Dilansir dari laman psychologytoday, Senin (14/10), berikut adalah penjelasan tentang peran lima ciri kepribadian utama, yang dikenal sebagai Big Five, dalam membentuk persahabatan:
1. Kesepakatan (Agreeableness)
Orang yang memiliki tingkat kesepakatan tinggi dikenal lebih berbelas kasih, kooperatif, dan empatik. Mereka cenderung sering memberikan dukungan kepada teman, memperlihatkan rasa percaya dengan berbagi informasi pribadi, dan berkomunikasi lebih intens. Sifat-sifat ini membuat mereka lebih mudah untuk membangun dan memperkuat persahabatan.
2. Keterbukaan (Openness)
Keterbukaan mencerminkan kecenderungan seseorang untuk bersikap terbuka terhadap ide-ide baru, imajinatif, dan penasaran. Mereka yang tinggi dalam keterbukaan biasanya lebih terlibat dalam percakapan yang mendalam, menawarkan dukungan emosional, dan sering mencoba aktivitas baru bersama teman untuk memperkuat hubungan.
3. Kehati-hatian (Conscientiousness)
Individu dengan tingkat kehati-hatian tinggi cenderung terorganisir, dapat diandalkan, dan memperhatikan detail. Mereka menunjukkan komitmen yang lebih kuat terhadap persahabatan dengan memastikan bahwa mereka hadir untuk teman-teman mereka dalam berbagai aspek, baik secara fisik maupun emosional.
4. Ekstroversi (Extraversion)
Ekstroversi sering dikaitkan dengan sifat sosial, energik, dan bersemangat. Namun, penelitian menunjukkan bahwa tingkat ekstroversi, baik tinggi maupun rendah, tidak secara langsung berkorelasi dengan frekuensi memperkuat persahabatan. Bahkan, mereka dengan ekstraversi rendah cenderung menggunakan cara lain, seperti memberikan hadiah, untuk menjaga hubungan tetap kuat.
5. Neurotisme (Neuroticism)
Neurotisme berkaitan dengan stabilitas emosional. Mereka yang memiliki neurotisme tinggi lebih rentan terhadap ketidakstabilan emosi, yang bisa mempengaruhi cara mereka menjaga hubungan persahabatan. Namun, mereka mungkin juga lebih sensitif terhadap kebutuhan emosional teman, meskipun lebih sulit untuk menjaga hubungan tetap stabil.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kepribadian memiliki dampak signifikan pada cara seseorang membangun dan memperkuat hubungan persahabatan. Meskipun ada berbagai cara untuk mempererat hubungan, memahami kepribadian diri sendiri dan teman bisa membantu dalam menjaga persahabatan yang lebih dalam dan bermakna.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
