Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 September 2024 | 02.22 WIB

7 Luka Masa Kecil yang Membuat Seseorang Memilih 'Childfree': Mengapa Orang Memilih untuk Tidak Memiliki Anak

Ilustrasi orang yang memilih childfree atau tidak memiliki anak./ (Geediting) - Image

Ilustrasi orang yang memilih childfree atau tidak memiliki anak./ (Geediting)

JawaPos.com – Dalam masyarakat yang sering kali menganggap memiliki anak sebagai suatu kewajiban, keputusan untuk tidak memiliki anak atau childfree kerap dipandang dengan penuh tanda tanya.

Namun, di balik pilihan ini, tersimpan perjalanan hidup dan pengalaman masa kecil yang membentuk keyakinan seseorang tentang keluarga dan peran orang tua.

Pilihan childfree bukanlah keputusan yang diambil secara impulsif. Sering kali, ini adalah hasil dari refleksi mendalam terhadap pengalaman masa lalu yang meninggalkan jejak mendalam.

Luka-luka emosional yang dialami di masa kecil dapat membentuk persepsi seseorang tentang kehidupan berkeluarga, mempengaruhi kesiapan mereka untuk menjadi orang tua, dan pada akhirnya, mendorong mereka untuk memilih jalan hidup yang berbeda.

Dilansir dari laman Geediting.com, Selasa (17/9), inilah tujuh pengalaman masa kecil yang umum dialami oleh individu yang memilih childfree atau tidak ingin memiliki anak.

1. Ketiadaan Kehangatan Keluarga

Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang dingin atau kurang kasih sayang mungkin memiliki persepsi negatif tentang kehidupan berkeluarga.

Mereka mungkin melihat keluarga sebagai tempat yang penuh konflik atau merasa tidak mendapatkan dukungan emosional yang cukup, sehingga membuat mereka enggan untuk menciptakan lingkungan serupa bagi anak-anak mereka sendiri.

2. Tanggung Jawab yang Datang Terlalu Dini Saat Mereka Masih Anak-Anak

Anak-anak yang terpaksa mengambil tanggung jawab orang dewasa terlalu dini, seperti merawat adik-adiknya atau membantu keuangan keluarga, mungkin merasa kehilangan masa kecil mereka.

Pengalaman ini dapat membuat mereka enggan untuk memiliki anak karena tidak ingin anak-anak mereka mengalami hal yang sama.

3. Paparan pada Hubungan yang Tidak Stabil

Menyaksikan orang tua atau orang dewasa lain dalam hidup mereka mengalami hubungan yang penuh konflik atau perceraian dapat membuat seseorang merasa takut untuk berkomitmen dalam hubungan jangka panjang, apalagi memiliki anak.

Mereka mungkin melihat ketidakstabilan dalam hubungan sebagai sesuatu yang tidak dapat dihindari dan tidak ingin anak-anak mereka mengalaminya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore