Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2024 | 16.33 WIB

Menerima Kegagalan sebagai Kesempatan Belajar, 6 Cara Menjadi Lebih Tegas dalam Hidup Meskipun Itu Bukan Sifat Anda

Ilustrasi perempuan yang bersikap tegas dalam rapat kerja (freepik)

JawaPos.com – Beberapa orang kerap mendapati diri mengangguk dalam hati tanda setuju saat ingin menyuarakan sudut pandang, atau melangkah mundur saat seharusnya melangkah maju.

Kendati hanya memendam pendapat di hati, gagasan untuk bersikap tegas memang bisa menjadi menakutkan terutama jika itu tidak datang secara alami kepada Anda.

Oleh karenanya, ada beberapa cara untuk menjadi lebih tegas meskipun itu bukan sifat Anda sebagaimana dilansir dari laman The Vessel, Jumat (30/8) sebagai berikut:

  1. Merangkul sudut pandang Anda

Kita semua tentu memiliki pemikiran dan sudut pandang yang unik dan tidak dimiliki oleh orang lain. Namun, sering kali kita membungkam diri sendiri dan terlalu takut untuk berbicara sebab takut akan konflik atau penolakan.

Ketegasan tidak berarti bersikap agresif atau mendominasi. Ketegasan berarti menghargai harga diri Anda dan mengekspresikan pikiran dan perasaan Anda dengan tulus.

Hal ini memang bisa menjadi tidak mengenakkan terutama jika itu bertentangan dengan kebiasaan tetapi sangat penting untuk pertumbuhan dan kebebasan pribadi.

  1. Berlatih mendengarkan secara aktif

Pada dasarnya komunikasi adalah jalan dua arah. Artinya ketegasan bukan hanya tentang mengekspresikan pikiran dan perasaan Anda tetapi juga tentang keterbukaan untuk mendengar dan memahami orang lain. Hal ini membutuhkan keterampilan mendengarkan aktif.

Berlatih mendengarkan secara aktif tidak hanya memperkaya interaksi kita tetapi juga membantu kita menjadi lebih tegas. Hal ini membuat kita memahami berbagai sudut pandang, menumbuhkan empati dan merespons dengan cara yang menghargai kebutuhan kita dan orang lain.

  1. Membebaskan pikiran Anda

Salah satu hambatan terbesar untuk bersikap tegas adalah keyakinan kita sendiri yang membatasi. Kita sering kali terkekang oleh norma dan pengkondisian sosial sehingga dapat menekan suara asli kita dan menghambat kita untuk membela diri sendiri.

  1. Menantang keyakinan Anda yang membatasi

Setelah mampu membebaskan pikiran, namun ketika Anda dari kondisi sosial, kebiasaan dan keyakinan lama maka bisa jadi sulit untuk dihilangkan. Pasalnya keyakinan yang membatasi ini sering kali dapat menghalangi ketegasan kita. Sehingga membuat kita meragukan pikiran dan pendapat kita sendiri.

Intinya menantang keyakinan Anda yang membatasi adalah kunci untuk mempertahankan ketegasan. Ini tentang mempertahankan validitas batasan yang Anda buat sendiri. Proses ini memang tidak nyaman tetapi penting untuk pertumbuhan.

Sebenarnya potensi Anda sangat besar namun belum dimanfaatkan dengan baik. Jadi jangan biarkan keyakinan yang membatasi menghalangi Anda mengekspresikan jati diri Anda yang sebenarnya dan memperjuangkan apa yang Anda yakini.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore