JawaPos.Com - Saat bertemu dengan orang baru, wajar jika Anda bertanya-tanya tentang kepribadiannya. Apakah mereka baik hati? Apakah mereka jujur?
Hal ini sangat penting terutama jika Anda mencoba mencari tahu tentang karakter dari rekan kerja anda ataupun bahkan seseorang yang ingin anda jadikan pasangan.
Jika Anda bisa belajar menjadi penilai karakter yang lebih baik, Anda bisa merasa lebih nyaman berada di dekat orang-orang baru.
Melansir dari laman WikiHow Rabu, (21/8), berikut adalah 5 tips untuk mengetahui kepribadian seseorang saat pertama kali bertemu menurut Psikologi.
Dengan cara-cara ini, semoga anda dapat mengenal lebih dalam watak lawan bicara dan mampu menjalin hubungan dengan lebih intens.
1. Pertimbangkan gaya komunikasinya
Mungkin Anda sedang berinteraksi dengan orang baru atau sedang mencoba untuk lebih mengenal seseorang yang sudah ada dalam hidup Anda. Menilai karakter seseorang bisa membantu Anda memahaminya, dan memperhatikan cara mereka berkomunikasi sangatlah penting.
Perhatikan apakah orang yang sedang Anda perhatikan banyak berbicara daripada orang lain di sekitar. Jika percakapan terasa sangat sepihak, mungkin orang tersebut bukanlah pendengar yang baik.
Mengendalikan percakapan juga bisa menjadi pertanda bahwa orang tersebut agak dominan. Hal ini mungkin bukanlah karakteristik yang Anda sukai.
2. Perhatikan bahasa tubuh
Bahasa tubuh seseorang bisa menjadi petunjuk yang baik untuk mengidentifikasi beberapa karakteristik kepribadian. Sebagai contoh, Anda mungkin melihat bahwa orang tersebut jarang melakukan kontak mata saat berbicara dengan Anda. Hal ini bisa menunjukkan beberapa hal yang berbeda.
Kurangnya kontak mata bisa mencerminkan rasa takut atau tidak percaya diri. Hal ini juga dapat menandakan ketidakjujuran atau rasa tidak aman.
Selain itu, Anda dapat menilai kepribadian seseorang dari cara ia menyambut jabat tangan. Jabat tangan yang kuat bisa menunjukkan kepercayaan diri.
Sebaliknya, jabat tangan yang lemah mungkin mengindikasikan kurangnya minat atau ketidaksesuaian. Sedangkan jabat tangan yang terlalu dominan bisa menandakan keinginan untuk mendominasi.
3. Perhatikan energi di dalam ruangan
Perhatikan respon orang lain terhadap individu yang sedang Anda evaluasi. Energi di dalam ruangan dapat memberikan petunjuk tentang karakter seseorang. Perhatikan perubahan suasana ketika seseorang baru masuk ke ruangan.
Apakah ruangan terasa hampa dan tidak nyaman secara tiba-tiba? Kemungkinan besar orang tersebut membuat orang lain merasa tidak nyaman.
Apakah ruangan terasa lebih cerah dan riang? Kemungkinan besar orang yang sedang Anda observasi membuat orang lain merasa nyaman. Hal ini dapat menandakan kebaikan.
Apakah orang tersebut tampak memberikan energi atau justru menyerapnya? Lebih baik untuk menambah energi daripada menghabiskannya.
Tanyakan pada diri sendiri apakah Anda merasa nyaman bepergian jauh dengan orang tersebut. Hal ini bisa membantu Anda memahami perasaan Anda terhadap mereka.
4. Putuskan apakah Anda bisa memercayai orang tersebut
Kepercayaan adalah aspek penting dalam setiap hubungan yang baik, baik itu hubungan pribadi maupun profesional. Ketika menilai karakter seseorang, penting untuk melakukan beberapa langkah untuk memastikan apakah orang tersebut dapat dipercaya.
Sebaiknya perhatikan rekam jejak mereka. Pengalaman masa lalu sering menjadi penunjuk perilaku di masa depan.
Sebagai contoh, Anda mungkin sedang mempertimbangkan untuk menjalin hubungan dengan seseorang yang telah selingkuh dari pasangannya sebelumnya. Meskipun kesalahan bisa terjadi, biasanya orang diberikan kesempatan kedua. Namun, penting untuk mengingat semua informasi yang relevan dalam membentuk pendapat.
Apakah Anda memiliki rekan kerja yang sering terlambat? Jika seseorang tidak dapat diandalkan untuk waktu, mungkin sulit untuk mempercayakan mereka dengan tanggung jawab yang lebih besar.
Beri kesempatan kepada orang tersebut untuk membuktikan bahwa Anda dapat percaya pada mereka. Misalnya, jika Anda memiliki teman baru, perhatikan bagaimana dia bereaksi ketika Anda memberikan informasi sensitif kepada mereka. Jika dia merupakan individu yang baik hati dan pendengar yang baik, maka dia dapat dipercaya.
5. Tangani seseorang yang tidak baik
Sayangnya, terkadang kita harus berurusan dengan orang-orang yang tidak memiliki sifat yang baik. Mungkin kita harus belajar cara menghadapi orang yang tidak jujur atau kasar. Belajar menghadapi orang yang kurang baik bisa membantu kita merasa lebih nyaman dalam interaksi tersebut.
Ingatlah bahwa kita bisa mengendalikan reaksi kita. Hanya karena orang lain bersikap buruk, tidak berarti kita harus membalas dengan hal yang sama.
Sebagai contoh, jika rekan kerja mengomentari meja Anda yang berantakan secara sinis, cukup balas dengan santai. Katakan, "Ya, sepertinya saya terlalu sibuk untuk merapikan meja."
Coba cari alasan di balik perilaku buruk seseorang. Mungkin adik Anda meremehkan pilihan Anda untuk tidak punya anak karena dia iri dengan kebebasan Anda. Ingatlah bahwa belas kasih selalu merupakan pilihan yang baik. Cobalah untuk tetap bersikap baik, meskipun orang lain tidak.
***