Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juni 2024 | 04.58 WIB

Apakah Wajib Keramas Sebelum Menunaikan Sholat Idul Adha? Simak Tata Cara Mandi Sunnah Menurut Ulama

KHUSYUK: Warga melaksanakan salat Idul Adha di Kampung Melayu, Jakarta, kemarin (29/6).

JawaPos.com - Idul Adha adalah salah satu hari raya besar bagi umat Islam yang penuh dengan makna dan momen keagamaan. Selain berkurban, ada banyak amalan sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk dilaksanakan pada hari yang istimewa ini.

Salah satu yang sering menjadi pertanyaan adalah, apakah wajib keramas sebelum menunaikan sholat Idul Adha? Mandi sebelum sholat Idul Adha ternyata tidak hanya berkaitan dengan kebersihan jasmani, tetapi juga memiliki nilai spiritual dan keutamaan tersendiri.

Dilansir dari laman NU Online, dijelaskan bahwa Sebelum melaksanakan shalat Idul Adha, umat Islam dianjurkan untuk melakukan mandi sunnah terlebih dahulu. Anjuran ini terdapat dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri jilid 1 karya Syekh Ibrahim bin Muhammad bin Ahmad al-Bajuri.

Dalam bab yang membahas tentang berbagai mandi yang disunnahkan, mandi Idul Adha disebutkan sebagai salah satunya.

غسل (العيدين) الفطروالاضحى 

Artinya: “Dan (kedua) mandi dua id, yaitu Idul Fitri dan Idul Adha,”

(Ibrahim al-Bajuri. Hasyiyah al-Bajuri Jilid 1. Dar al-Minhaj. 2016)

Namun perlu diingat bahwa Mandi sebelum Idul Adha bukan hanya sebatas mandi seperti biasa saja, tetapi harus dilakukan dengan niat khusus. Hal ini bertujuan untuk membedakannya dari mandi harian dan mandi sunnah lainnya. Berikut adah niat mandi sunnah Idul Adha :

نَوَيْتُ سُنَّةَ الْغُسْلِ لِعِيْدِ الْأَضْحَى

Nawaitu sunnatal ghusli li ‘Idil Adlha 

Artinya: “Saya niat sunnah mandi Idul Adha,”

Selanjutnya dilansir dari kanal YouTube Surabaya Mengaji, Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi juga menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang disunnahkan bagi kita untuk melakukannya sebelum berangkat menuju lapangan guna menunaikan salat Idul Adha. Salah satunya yang pertama ialah mandi dengan sifat mandi besar atau mandi wajib.

Dalam fiqih, mandi besar berarti mandi dengan cara yang sama seperti mandi jinabat: berwudhu terlebih dahulu, kemudian keramas menyela-nyela rambut secara menyeluruh dengan air, dan mengguyur seluruh tubuh dengan air. Sunnah ini berasal dari beberapa sahabat Nabi SAW. Namun, tidak ada riwayat yang shahih dari Nabi yang menyebutkan beliau juga mandi sebelum shalat Idul Fitri atau Idul Adha.

Meskipun ada beberapa riwayat, tetapi semuanya tidak shahih, sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Ghazali rahimahullah. Namun, banyak atsar dari sahabat Nabi, seperti Ibnu Umar dan Ali bin Abi Thalib, yang menunjukkan mereka mandi sunnah sebelum shalat Idul Fitri dan Idul Adha.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore