Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Mei 2024 | 13.00 WIB

6 Hal yang Dihindari oleh Orang Autentik Menurut Psikologi, Salah Satunya Memikirkan Kesalahan Masa Lalu

Ilustrasi perempuan yang autentik. - Image

Ilustrasi perempuan yang autentik.

JawaPos.com – Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang membedakan orang autentik? Apa yang membuat mereka tidak membuang-buang waktu sehingga membuat mereka begitu menarik?

Menurut psikologi, ada hal-hal tertentu yang tidak dipedulikan oleh individu yang autentik. Di sini dikupas tuntas tentang perilaku spesifik yang dihindari oleh orang-orang autentik.

Dilansir dari laman The Vessel, berikut beberapa hal yang dihindari oleh orang yang autentik.

1. Memikirkan kesalahan masa lalu

Menurut psikologi, individu autentik sangat memahami bahwa memikirkan kesalahan masa lalu hanya membuang-buang waktu. Mereka menyadari bahwa apa yang sudah dilakukan di masa lalu sudah selesai dan tidak ada perenungan yang mengubah hal itu.

Bahkan, mereka mampu mengakui kesalahan mereka dan belajar dari kesalahan tersebut. Mereka menganggapnya sebagai pelajaran untuk bertumbuh bukan sebagai hambatan.

Jadi, jika Anda sering mendapati diri terus memikirkan kesalahan masa lalu maka Anda perlu mengingat bahwa itu tidak membuat Anda produktif dan sudah waktunya Anda melepaskan serta bergerak maju.

2. Mengejar validasi

Orang autentik ternyata tidak suka mengejar persetujuan atau validasi. Sebab, mereka mengetahui nilai mereka tidak dapat ditentukan oleh apa yang orang lain pikirkan tentang mereka. Mereka juga memahami bahwa validasi harus datang dari dalam bukan dari orang lain.

3. Terlibat dalam gosip

Tanda lain dari seseorang yang autentik adalah mereka tidak terlibat dalam gosip. Mereka bahkan tidak punya waktu atau tenaga untuk itu.

Sebab, mereka memahami bahwa berinvestasi pada desas-desus atau bisnis orang lain mengalihkan fokus mereka dari hal yang bermanfaat menjadi tidak produktif.

Gosip melahirkan hal-hal negatif dan orang-orang autentik selalu mengutamakan kepositifan dan hubungan yang tulus. Mereka lebih menyukai percakapan bermakna daripada obrolan receh apalagi fitnah.

4. Membandingkan dirinya dengan orang lain

Individu yang autentik tidak pernah membandingkan dirinya dengan orang lain terlebih dari segi pencapaian. Sebab mereka memahami bahwa setiap orang sedang menjalani perjalanan uniknya masing-masing. Baik dari sisi kekuatan, tantangan dan pengalaman.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore