
Ilustrasi wellness tourism (freepik.com)
JawaPos.com - Wellness tourism atau dapat diartikan secara hafiah sebagai wisata kebugaran merupakan pertemuan dua industri yaitu kesehatan dan pariwisata.
Kedua industri ini memiliki peran yang kuat dan bernilai besar, sehingga memiliki potensi yang besar juga untuk dikembangkan.
Dilansir dari kemenparekraf.go.id, wellness tourism dapat menjadi kunci dalam memulihkan dunia pariwisata dan ekonomi kreatif secara nasional maupun global.
Biasanya, tidak jarang beberapa orang mengartikan istilah tersebut dengan mengacu pada wisata medis. Sebenarnya, apa itu wellness tourism?
Dilansir dari globalwellnessinstitute.org, wellness tourism merupakan upaya mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan pribadi, yang melibatkan aspek fisik, mental, spiritual, dan lingkungan.
Di tengah keadaan kesehatan atau perkembangan penyakit yang signifikan, wisata kebugaran atau kesehatan memberikan upaya perlindungan dari kualitas negatif dan mengubah perjalanan menjadi peluang untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan holistik.
Dalam memahami wellness tourism harus melihat kedua istilah tersebut menjadi satu kesatuan.
Biasanya, wisatawan memilih destinasi karena termotivasi oleh kesehatan, khususnya pada saat bepergian yang menjadi hal utama yaitu menjaga kesehatan.
Kesehatan tersebut dapat dijumpai melalui budaya lokal, kondisi alam, dan kuliner. Oleh karena itu, kebanyakan destinasi akan menawarkan budaya lokal yang khas dengan alam yang sebagai daya tarik utama.
Oleh karena itu, wellness tourism memiliki kaitan yang erat dengan perjalanan spiritual sebagai destinasi yang banyak dicari orang.
Misalnya di pulau Bali sebagai kawasan wisata yang menawarkan tidak hanya keindahan alam, tetapi erat dengan nuansa spiritual umat Hindu.
Tidak hanya melalui fasilitas kesehatan yang tersedia di tempat penginapan atau pusat meditasi, melalui pengalaman spiritual seperti melukat.
Baca Juga: Wellness Tourism Bali Makin Dilirik, Wisatawan Datang untuk Tujuan Spiritual dan Kesehatan
Secara tidak langsung akan mendapat dan merasakan kultur dari warga lokal untuk melepaskan aura negatif di dalam tubuh.
