
ILUSTRASI: Orang berkeringat (PEXELS)
JawaPos.com – Penggunan bedak dalam kondisi berkeringat acapkali jadi solusi bagi beberapa orang.
Namun, sudah benarkah penggunaan bedak dalam kondisi berkeringat atau tubuh dalam keadaan lembab?
Menurut Pakar dermatologi dan venereologi lulusan Universitas Hasanuddin, dr Amelia Setiawati Soebyanto, Sp.DV, ia tak menyarankan penggunaan bedak untuk mengeringkan keringat pada tubuh, walaupun ini bisa membantu.
“Jangan dikasih bedak kalau bisa. Dikasih bedak sebenarnya bisa lebih kering, tetapi yang ada jadi bubur setelahnya, media buat jamur tumbuh,” ucapnya pada Rabu (22/11) dikutip JawaPos.com dari Antara.
Amelia merekomendasikan kepada orang-orang, khususnya dengan produksi keringat berlebih untuk mengganti baju dan tidak membiarkan keringat kering dengan sendirinya daripada menaburi tubuh dengan bedak.
“Kalau keringat banyak bawa baju ganti. Jangan dibiarkan kering begitu, keringat itu harus dikeringkan. Setelah itu, ganti baju. Itu akan lebih baik dibandingkan pakai bedak,” jelas Amelia.
Kemudian, baik mereka dengan keringat berlebih maupun orang-orang pada umumnya, disarankan sebaiknya mandi dua kali sehari dengan durasi maksimal 10 menit, menggunakan sabun yang lembut.
Menurutnya, mandi yang terlalu lama atau lebih sering, terutama saat usia lanjut akan membuat kulit lebih kering, karena setiap kali mandi ada air dari tubuh yang terbuang.
Dia mengatakan jika produksi keringat masing-masing orang berbeda, bergantung pada salah satunya dari proporsi tubuh.
Mereka yang punya proporsi tubuh berlebih dikatakan memang mempunyai risiko berkeringat lebih tinggi dibandingkan orang yang proporsi tubuhnya lebih kecil.
Amelia berpendapat jika penerapan gaya hidup sehat, termasuk pola makan sehat dan rutin melakukan latihan fisik akan membantu mengatasi keringat berlebih tersebut.
“Tapi kalau dia berkeringat berlebihan, kita harus evaluasi apakah dia punya penyakit lain yang harus diobati salah satunya tiroid. Penyakit tiroid itu ditandai dengan metabolisme yang lebih tinggi, jadi keringat juga banyak,” katanya.
Berbicara mengenai penyakit tiroid, menurut Kementerian Kesehatan, selain keringat berlebihan, masalah kesehatan ini juga ditandai gejala-gejala, seperti kenaikan atau perubahan berat badan, kulit terasa kering dan tidak nyaman, rambut kering, rapuh, dan rontok. Kemudian, kuku rapuh dan mengelupas, serta mata perih, kering, dan seperti ada pasir.
***

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
