
Photo
JawaPos.com - Menjadi desainer bukanlah sesuatu yang murah. Ketika sudah menjadi desainer pun, butuh konsistensi untuk tetap eksis dengan biaya yang terbilang fantastis. Sehingga tak heran jika ada anggapan kalau profesi desainer adalah pekerjaan yang 'wah' alias mahal.
Selain sekolah mode, apa saja sih yang menyebabkan desainer dan karya menjadi mahal?
1. Jenis Kain dan Produksi
Menurut CEO Bateeq, Michele Tjokrosaputro menjadi desainer memang tidak mudah dan murah. Memang butuh ekstra usaha yang keras. Salah satunya saat memilih kain atau jenis bahan dalam tahap produksi.
"Jadi desainer, mahal itu ketika harus milih bahan. Milih bahan enggak sembarangan kan. Bisa saja sih mau yang asal, tapi kan enggak bisa hasilkan karya unik, atau ada added value-nya," tuturnya.
2. Konsistensi dan Produksi Massal
Setiap desainer harus mengetahui cara marketing dan mempertahankan bisnisnya. Hal itu demi keberhasilan labelnya. Sehingga ketika orang lain memesan dalam jumlah banyak, seorang desainer tak kebingungan.
"Jadi desainer itu mahal itu betul. Karena kan di awal harus lewat tahap produksi. Persiapan cukup banyak, ada juga fabric yang kami olah lagi, atau kami beli atau kami observasi karya seorang desainer. Lalu produksi massal juga harus siap, bagaimana nanti jika ordernya banyak," kata Pegiat Mode dan desainer, Ai Syarif.
3. Promosi dan Marketing
Seorang desainer harus punya ilmu promosi dan marketing. Itulah gunanya jejaring teman atau networking yang membantu desainer memperluas pasar. Sebab biaya promosi lebih mahal.
"Harga promosi 2 kali lipat dari harga produksi. Sekarang ini memang lebih mudah ada media sosial orang gampang jadi desainer, taruh produknya di medsos, lalu open PO," tutur Desainer Fashion Defrico Audy.
4. Kreativitas
Ide dan kreativitas adalah sesuatu yang mahal dan tak bisa dibeli dengan uang. Karena itu, busana yang semakin unik akan semakin tinggi harganya dan sulit juga pembuatannya.
"Sekarang bisa menyiasatinya. Mencari ide dan kreativitas itu banyak banget lihat di media sosial. Mengajarkan pola mix and match. Memang jangan males ulik-ulik pasti akan ketemu ilmunya," tegas Desainer Fashion Tities Sapoetra.
5. Brand Image
Hanya sebuah topi atau bahkan sarung tangan, jika itu buatan rumah mode dunia, maka harganya bisa fantastis. Maka nama brand bisa menjadi nilai jual sesuatu yang mahal. Para selebriti yang kini banyak merambah ke dunia mode, diharapkan tidak hanya sekadar jual nama besarnya, tetapi juga kualitas dan kreativitas.
"Banyak desainer selebriti ya. Enggak apa-apa asal harus belajar lagi. Jangan sampai hanya manfaatkan nama selebritinya. Harus tahu pola, branding, marketing. Dan harus terus mengasah kemampuan dengan banyak nonton dan lihat atau terinspirasi dari koleksi pekan mode," tutup Ai Syarif.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
