
Photo
JawaPos.com - Nuansa riasan yang akan menjadi tren di tahun 2020 terungkap dalam perhelatan pekan mode Jakarta Fashion Week 2020. Berkolaborasi dengan Make Over, tiga desainer Indonesia menuangkannya dengan gaya koleksi yang berbeda dan berkolaborasi untuk menerjemahkan tren ini kepada seluruh pecinta mode Tanah Air.
Dengan tema Colors Uncensored, para desainer mengedepankan teknik make up profesional yang menonjolkan masing-masing bagian yaitu face, eyes, dan lips dengan tema Contra Contour, Eyesight Shade, dan Lip Blast Off. Masing-masing menerjemahkan warna-warni make-up dalam balutan busana fashion.
Contra Contour adalah teknik make up untuk area kompleksi wajah yang terdiri dari dua tampilan. Eyeshight Shade merupakan teknik make up untuk area mata yang mengedepankan layering matte dan shimmering colors dengan warna komplementer serta dilengkapi dengan bentuk alis natural. Lip Blast Off adalah teknik untuk area bibir yang mengutamakan ketahanan warna matte, intens, transferproof dan tahan lama hingga 14 jam.
Berikut adalah tiga desainer lokal yang menerapkan tiga teknik tersebut:
1. Tities Sapoetra
Terinspirasi dari keindahan sebuah bunga, Cananga menjadi judul koleksi terbaru Tities Sapoetra dalam gelaran JFW 2020. Cananga merupakan sebuah bunga yang memiliki bentuk dan wangi yang sangat khas, yang membuatnya dipakai oleh keluarga bangsawan tempo dulu dalam upacara-upacara penting, serta memilik khasiat yang sangat bagus untuk kesehatan.
Photo
Busana karya Tities Sapoetra (istimewa)
Keindahan bunga Cananga diwujudkan dalam warna cantik yang terinspirasi dari eye pallet (pemulas mata) varian yang didominasi warna-warna kuat. Salah satunya ungu dan warna dalam nuansa pink dan oranye. Tak hanya itu, dalam koleksi Cananga Tities Sapoetra juga menghadirkan circle keindahan seorang wanita dalam bentuk print beauty polkadot yang diwujudkan dalam beragam busana ready to wear.
"Memang warna-warna pink magenta atau fushia itu akan menjadi tren tahun 2020," kata Tities.
2. Yosafat Dwi Kurniawan
The Far East karya desainer Yosafat Dwi Kurniawan juga merupakan istilah yang sering digunakan oleh bangsa Eropa sejak abad ke 12 untuk menggambarkan negara-negara di Asia Timur. Oleh karena itu dalam koleksinya ini Yosafat terinspirasi dari budaya negara-negara Asia Timur seperti Tiongkok, Korea dan Jepang yang dieksplorasi melalui sudut padang budaya dan kultur barat, di mana dikotomi dari interaksi kedua kultur tersebut menjadi menarik untuk ditelaah.
Photo
Busana karya Yosafat Dwi Kurniawan (istimewa)
Karya seni Tiongkok kuno yang meggambarkan pemandangan pegunungan diterjemahkan menjadi motif dalam koleksi The Far East dengan teknik digital print. Yosafat banyak mengambil inspirasi dari kostum-kostum yang dipakai Anna May Wong, bintang film Hollywood asal Tiongkok pertama, dalam film-film seperti Shanghai Express, Tiger Bay dan Limehouse Blues. Selain itu arsitektur gedung-gedung futuristik seperti SOHO Galaxy dan Tianjin Binhai Library yang memiliki garis-garis modern dalam rangkanya juga menginspirasi Yosafat untuk dijadikan siluet dalam koleksi ini.
"Saya sengaja menampilkan Oriental Look dari budaya Tiongkok kuno yang bisa menjadi inspirasi tahun depan," jelasnya.
3. Albert Yanuar
Desainer Albert Yanuar mengambil tema Vere Volucres, kata Latin dari springs birds, yang terinspirasi oleh keindahan burung-burung yang hidup di pulau tropis seperti Indonesia. Burung kakatua, beo dan flamingo adalah objek utama yang mendominasi koleksi dengan menggunakan beberapa teknik bordir manual dengan tangan yang rumit digunakan untuk memberikan tekstur 3 dimensi tanpa menggunakan bulu-bulu asli.
Photo
Koleksi busana Albert Yanuar (istimewa)
Albert menggunakan bahan tile yang sangat lembut, satin sutra, chifon sutra dan organza sebagai bahan dasar utama yang memberikan efek dramatik, halus namun berkarakter. Albert menggunakan warna dasar seperti biru tua, biru tengah malam, merah tua, pink tua dan abu-abu untuk menonjolkan motif burung yang memperkuat tema.
"Dalam koleksi ini ada pesan moral untuk mengajak para penikmat fashion untuk bisa menikmati keindahan fauna di dalam corak pakaian dan terlihat cantik mempesona tanpa harus membunuh atau melukai binatang dengan mencabuti bulunya," jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
