
TERAWANG PEMBULUH: Dokter Christina Maria memperagakan cara meng- gunakan vena viewer. Warna yang muncul menunjukkan penampang vena.
JawaPos.com SURABAYA – Pernah mengalami tangan harus dimasuki jarum beberapa kali sebelum obat injeksi benar-benar disuntikkan?
Jika ya, itu umumnya terjadi lantaran tenaga medis susah mencari pembuluh vena yang tepat untuk disuntik.
Bisa karena pembuluh darah terlalu tipis, bisa juga lantaran pasien gemuk sehingga susah untuk dilakukan perabaan.
Kesulitan itu kini bukan lagi masalah bagi dunia kedokteran. Sekarang ada alat bernama vena viewer. Dengan alat tersebut, tenaga medis bisa dengan mudah menentukan letak vena.
’’Selain mempercepat, bisa meminimalisasi rasa sakit yang mungkin ditimbulkan karena harus mengulang atau mengepaskan posisi jarum,’’ ujar dr Christina Maria, kepala ruang emergency National Hospital.
Vena viewer mampu memperlihatkan secara visual letak pembuluh vena. Itu merupakan pembuluh yang mengantarkan darah menuju jantung. Biasanya digunakan untuk memasukkan obat melalui suntikan.
’’Suntikan dari infus juga masuk ke sini,’’ bebernya.
Christina mencontohkan cara melihat vena di punggung tangan. Tangan pasien cukup diletakkan di bawah alat sejauh sekitar 30 sentimeter. Kemudian, di kulit pasien akan terlihat garis warna biru kehijauan. Itulah pembuluh vena.
Sebenarnya, ada dua cara menunjukkan vena. Cara pertama, vena dibuat berwarna biru kehijauan. Cara kedua, sekitar vena berwarna, sedangkan vena tidak berwarna.
Refleksi warna biru kehijauan itu disebabkan pancaran cahaya near-infrared yang diserap hemoglobin dalam darah. Setelah itu dipantulkan oleh jaringan di sekitarnya.
’’Yang terlihat di kulit itu merupakan hasil proyeksi,’’ jelas Christina.
Tidak hanya di punggung telapak tangan, alat tersebut juga dapat memperlihatkan pembuluh vena di tempat lain. ’’Misalnya di kepala atau kaki,’’ tuturnya.
Walaupun alat itu mempermudah menemukan pembuluh vena, jam terbang dari tenaga medis juga dibutuhkan.
Menurut Cristina, alat tersebut hanya menentukan letak pembuluh vena. Ada hal lain yang perlu diperhatikan, yaitu ketebalan vena. Menurut dia, selain melihat penampang vena di kulit karena penggunaan vena viewer, tenaga medis harus meraba tangan pasien.
Menurut Christina, alat tersebut sangat membantu untuk pasien bayi. Sebab, bayi memiliki pembuluh kecil. Selain itu, vena viewer bisa digunakan pada lansia yang memiliki pembuluh tipis.
’’Orang yang terlalu gemuk juga biasanya susah hanya dengan rabaan. Jadi, alat ini membantu,’’ tegasnya. (lyn/c19/ayi)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
