Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 5 Juni 2025 | 15.13 WIB

Dampingi Pelaku Usaha Kuliner, Pemerintah Tak Ingin Kecolongan seperti Tempe yang Dipatenkan Jepang

Konferensi Kuliner Tjap Legende di Jakarta pada Rabu (4/6). (istimewa) - Image

Konferensi Kuliner Tjap Legende di Jakarta pada Rabu (4/6). (istimewa)

JawaPos.com - Pemerintah tidak ingin kecolongan lagi, ada makanan khas Indonesia yang dipatenkan negara lain. Sebelumnya tempe, olahan dari kedelai yang turun-temurun menghiasi meja makan masyarakat Indonesia, ternyata sudah dipatenkan oleh Jepang. Begitupun dengan gudeg. 

Fakta paten tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Andy Ruswar. Dia menegaskan bahwa salah satu program mereka tahun ini adalah mendampingi pelaku usaha kuliner untuk mendaftarkan paten makanan legendaris Indonesia. 

"Jangan sampai (makanan Indonesia) dipatenkan negara lain. Gudeg dipatenkan negara lain. Tempe dipatenkan Jepang," katanya di sela konferensi Kuliner Tjap Legende di Jakarta pada Rabu (4/6) malam. Dia bersyukur rendang sebagai olahan khas Indonesia yang sudah mendunia, berhasil diselamatkan dari klaim-klaim negara lain. 

Khusus soal tempe, dipatenkan oleh Jepang. Pasalnya negara sakura itu berhasil melakukan pengolahan kedelai dan soya. Pada Juli 2022 lalu, Presiden Joko Widodo saat itu memberikan wejangan supaya pelaku usaha kuliner mendaftarkan paten olahan mereka.

"Hati-hati, tempe kita, tapi ada yang pemiliknya bukan di sini tapi di Jepang," ujar Joko Widodo kala itu. 

Lebih lanjut Andy Ruswar mengatakan, negara tidak bisa mematenkan sesuatu produk atau sejenisnya. Yang boleh mematenkan adalah masyarakat sendiri atau pelaku usaha.

"Jadi, kita mengedukasi betapa pentingnya ini. Jangan sampai lagi kecolongan," tuturnya. Kementerian Ekraf akan mengedukasi masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner legendaris bagaimana caranya mematenkan produknya. 

Selain itu Kementerian Ekraf juga akan melakukan kajian atau penelusuran kuliner khas Indonesia yang terancam punah. Khususnya kategori jajanan.

"Seperti lemet atau cenil dan lainnya," kata dia.

Kemudian mengenalkan kuliner yang terancam punah tersebut ke masyarakat secara lebih luas. Diantaranya diikutsertakan even kuliner Tjap Legende yang secara khusus menghadirkan ragam kuliner legendaris di sejumlah kota besar. 

Kuliner Tjap Legende adalah even menghadirkan kuliner-kuliner legendaris Indonesia ke pusat perbelanjaan atau mall. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Samsaka Lestari Rasa.

"Kalau kita tidak mulai melestarikan kuliner lokal, saya yakin 20 tahun kedepan kuliner nusantara bisa punah," Kata CEO Samsaka Lestari Rasa Febriyanto Rachmat. 

Diantara kuliner legendaris yang mereka bawa masuk mall adalah Nasi Liwet Wongso Lemu (sejak 1950). Lalu ada Toko Oen (1930), Mangut Manyung Bu Fat (1969), Soto Betawi H. Agus Barito (1961), dan Klepon Gianyar Bali (1980).

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore