
Ilustrasi Uptober!. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin (BTC) kembali mencetak rekor baru dengan menembus USD 126.223 atau setara sekitar Rp 2,09 miliar per koin pada perdagangan Senin malam waktu Amerika Serikat. Reli ini terjadi di tengah ketidakpastian global dan derasnya arus dana dari investor institusional ke aset kripto.
Dikutip dari CoinDesk, Selasa (7/10), lonjakan harga Bitcoin didorong kombinasi sempurna dari faktor makroekonomi global: pelemahan dolar AS, permintaan aset lindung nilai, dan aliran dana besar ke ETF Bitcoin. Kondisi itu membuat pasar kripto kembali hidup setelah sempat stagnan pada akhir September.
Jean-David Péquignot, Chief Commercial Officer Deribit, menjelaskan bahwa reli Bitcoin saat ini “didorong oleh badai sempurna faktor makro.” Shutdown pemerintahan AS mendorong investor mencari aset keras seperti emas dan Bitcoin, sementara pasokan BTC di bursa kripto terus menurun, memperkuat efek kelangkaan.
“Masuknya dana besar ke ETF Bitcoin dan suplai spot yang makin menipis menciptakan siklus bullish yang saling memperkuat,” ujar Péquignot.
Secara teknikal, katanya, breakout pola double-bottom membuka peluang Bitcoin menembus USD 128.000 hingga USD 130.000 (Rp 2,12 miliar hingga Rp 2,16 miliar) dalam jangka pendek.
Namun ia juga mengingatkan kondisi pasar sudah overbought, sehingga koreksi ringan ke kisaran USD 118.000–USD 120.000 (Rp 1,96–Rp 1,99 miliar) masih mungkin terjadi.
“Perhatikan lonjakan volatilitas dan peningkatan volume opsi jual sebagai sinyal koreksi jangka pendek,” tambahnya.
Tak hanya Bitcoin, Ethereum (ETH) juga melonjak 4 persen ke level USD 4.686 (Rp 77,8 juta), menjadi harga tertingginya dalam tiga minggu terakhir.
Sementara Dogecoin (DOGE) naik 6 persen ke USD 0,2656 (Rp 4.410), dan BNB, token milik Binance, juga menguat 6 persen ke USD 1.222 (Rp 20,3 juta).
Indeks CoinDesk 20 pun ikut menguat, menandakan bahwa euforia pasar kripto tengah meluas di seluruh aset utama.
Di bursa saham, perusahaan terkait kripto mencatatkan hasil beragam. Saham Galaxy Digital naik 7 persen setelah mengumumkan peluncuran platform trading baru GalaxyOne, sementara Robinhood (HOOD) justru turun 3 persen karena produk mereka kini mendapat pesaing langsung.
Perusahaan besar lain seperti Coinbase (COIN), Circle (CRCL), dan MicroStrategy (MTSR) juga naik sekitar 2 persen, sejalan dengan penguatan pasar kripto secara keseluruhan.
Namun lonjakan terbesar datang dari saham-saham penambang kripto, seperti Marathon Digital (MARA), Riot Platforms (RIOT), dan Cleanspark (CLSK), yang masing-masing melonjak 10 persen.
Kenaikan ini dipicu oleh kabar bahwa OpenAI menandatangani kesepakatan besar untuk membeli chip AI senilai puluhan miliar dolar dari AMD, mendorong optimisme terhadap kebutuhan data center dan energi komputasi, sektor yang erat kaitannya dengan mining kripto.
Bulan Oktober yang dikenal di kalangan kripto sebagai “Uptober” tampaknya kembali memenuhi reputasinya. Dalam sejarah perdagangan kripto, Oktober hampir selalu mencatatkan hasil positif, dan tahun ini tampaknya tidak berbeda.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
