Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Agustus 2025 | 18.33 WIB

Jelang Pidato Powell, Market Kripto dan Emas Tenang, Apakah Tenang Sebelum Badai?

Ilustrasi market kripto yang menunggu pernyataan The Fed lewat pidato Jerome Powell. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi market kripto yang menunggu pernyataan The Fed lewat pidato Jerome Powell. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Menjelang simposium Jackson Hole pada 21 hingga 23 Agustus mendatang, pasar global terlihat begitu tenang. Tapi jangan sampai tertipu. Di balik ketenangan itu, beberapa analis memperingatkan bahwa pasar bisa saja sedang bersiap menghadapi gejolak baru.

Dikutip dari CoinDesk, Senin (18/8), volatilitas di berbagai kelas aset menurun drastis, mulai dari saham, obligasi, emas, hingga kripto. Hal ini mencerminkan ekspektasi pelaku pasar bahwa kebijakan moneter The Fed akan kembali longgar dalam waktu dekat.

Namun, para analis seperti di Goldman Sachs dan Prosper Trading Academy justru melihat kondisi ini sebagai potensi jebakan, karena pasar bisa jadi terlalu nyaman di tengah ketidakpastian ekonomi.

Volatilitas Bitcoin selama 30 hari, yang diukur melalui indeks BVIV dari Volmex dan DVOL dari Deribit, anjlok ke level terendah dalam dua tahun, yaitu sekitar 36 persen. Volatilitas emas juga turun drastis. Indeks GVZ, yang mengukur volatilitas ETF emas SPDR Gold Shares, turun ke angka 15,22 persen, level terendah sejak Januari.

Indeks MOVE, yang memantau volatilitas obligasi AS bertenor 30 hari, ikut turun ke titik terendah dalam 3,5 tahun, yaitu 76 persen. Bahkan VIX, indikator ketakutan pasar saham Amerika, jatuh di bawah 14 persen. Semua ini menunjukkan pasar sedang dalam mode 'santai'.

Padahal, The Fed belum menurunkan suku bunga secara signifikan. Tingkat bunga saat ini masih berada di kisaran 4,25 persen, dan diperkirakan baru akan turun 25 basis poin pada September nanti. JPMorgan memperkirakan suku bunga baru akan turun ke kisaran 3,25 persen hingga 3,5 persen pada kuartal pertama 2026, atau turun 100 basis poin dari level saat ini.

“Sebagian besar ekonomi utama tidak memulai pelonggaran dari level darurat seperti saat krisis 2008 atau pandemi. Mereka memotong dari level yang masih ketat. Ini membuat efek pelonggaran kali ini berbeda,” ujar akun Endgame Macro dalam ulasan di media sosial X.

Angelo Kourkafas, analis senior di Edward Jones, menambahkan bahwa risiko di pasar tenaga kerja dan inflasi yang belum terkendali bisa membuat The Fed mulai bertindak. “Pidato Ketua Powell bisa menjadi momen penegasan bahwa pemangkasan suku bunga akan dimulai kembali setelah tujuh bulan jeda,” katanya.

Meski begitu, ada suara-suara yang memperingatkan bahwa pasar terlalu percaya diri. Scott Bauer dari Prosper Trading menyebut volatilitas saat ini terlalu rendah jika dibandingkan dengan risiko yang membayangi. Apalagi, Presiden Amerika Donald Trump berencana menerapkan tarif dagang baru, yang berpotensi mengganggu pertumbuhan ekonomi global.

Goldman Sachs pun menyarankan investor untuk tetap melakukan lindung nilai (hedging) meski pasar terlihat jinak.

“Risiko penurunan tetap ada. Bisa jadi dari pertumbuhan yang lebih lemah, inflasi yang membandel, atau kekhawatiran baru soal independensi The Fed,” tulis tim analis Goldman dalam catatan internal akhir Juli lalu.

Perlu diingat, volatilitas bersifat mean-reverting. Artinya, ketika volatilitas terlalu rendah, biasanya justru jadi pertanda bahwa pasar akan segera memasuki fase yang lebih bergejolak.

Bagi investor kripto, kondisi saat ini ibarat ketenangan sebelum badai. Bitcoin mungkin sedang diam di kisaran Rp 1,9 miliar, tapi jangan heran jika sebentar lagi angkanya bisa melonjak… atau justru anjlok tajam. Semua tergantung satu pidato di Wyoming.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore