Ilustrasi bitcoin (BTC) yang trennya positif dan berpotensi bullish. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Aliran dana ke produk Bitcoin exchange-traded funds (ETF) kembali mencatat arus masuk sebesar USD 15,85 juta atau sekitar Rp 260 miliar. Ini menandai pemulihan setelah minggu sebelumnya terjadi arus keluar besar-besaran senilai lebih dari USD 713 juta.
Meski demikian, angka ini adalah yang terendah sepanjang 2025, mencerminkan sikap hati-hati dari investor institusi terhadap pasar kripto.
Menurut laporan BeInCrypto, periode antara 14 hingga 17 April 2025 menjadi momen di mana ETF spot Bitcoin berhasil mengumpulkan dana baru, meskipun dalam jumlah minimal.
Kondisi ini terjadi di tengah ketegangan geopolitik dan perdagangan global, terutama menyusul kebijakan tarif dan ancaman balasan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan global.
Di tengah gejolak ini, investor institusi memilih strategi bertahan, dengan memindahkan sebagian dana mereka ke tempat yang dianggap lebih aman sambil menunggu perkembangan selanjutnya.
Sementara itu, harga Bitcoin hari ini kembali mengalami kenaikan dan sempat menyentuh USD 87.641 atau sekitar Rp 1,44 miliar, naik 3 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, sentimen positif ini tidak sepenuhnya tercermin di pasar derivatif.
Open interest untuk kontrak berjangka Bitcoin turun 2 persen. Penurunan ini menunjukkan bahwa banyak trader menutup posisi mereka alih-alih membuka posisi baru. Artinya, meski harga naik, kepercayaan terhadap keberlanjutan reli masih rendah.
Kondisi serupa terjadi di pasar opsi. Permintaan kontrak put—yang mengindikasikan proteksi terhadap potensi penurunan harga—mendominasi dibandingkan kontrak call. Ini sinyal bahwa sebagian besar pelaku pasar bersiap menghadapi kemungkinan tekanan turun.
Meski begitu, ada satu indikator yang masih menyimpan harapan: funding rate atau tingkat pendanaan Bitcoin masih berada di zona positif, yaitu 0,0052 persen, menurut data dari Coinglass.
Funding rate positif menunjukkan bahwa trader yang mengambil posisi long membayar kepada trader short—tanda bahwa masih ada permintaan tinggi untuk posisi beli.
Dengan kata lain, meskipun sinyal dari ETF dan derivatif mencerminkan pasar yang berhati-hati, sebagian pelaku tetap optimistis dan memperkirakan ada ruang untuk kenaikan harga lebih lanjut.
Namun, seberapa jauh Bitcoin bisa bertahan dan menembus level psikologis USD 90.000 masih akan sangat bergantung pada sentimen makro dan pergerakan investor institusi dalam beberapa pekan ke depan.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
