
Ilustrasi Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gelombang tarif baru awal April 2025, pasar langsung gonjang-ganjing. Ketidakpastian makroekonomi meningkat tajam dan membuat investor mencari perlindungan.
Di tengah gejolak tersebut, muncul pertanyaan penting: apakah Bitcoin bisa menjadi "safe haven" baru di saat ekonomi Amerika terjerumus ke dalam resesi?
Menurut laporan dari Beincrypto, Senin (14/4), gejolak kebijakan ekonomi yang tidak terduga dari Amerika Serikat menunjukkan betapa rapuhnya sistem keuangan global saat ini.
Saham teknologi terpukul, indeks dolar AS (DXY) menurun, dan yield obligasi pemerintah AS melonjak secara bersamaan — sebuah kombinasi yang jarang terjadi dan mengindikasikan hilangnya kepercayaan terhadap instrumen keuangan tradisional.
Konsep "safe haven" atau aset aman terus berevolusi. Jika dulu emas, tanah, dan obligasi negara menjadi pilihan utama, kini investor mulai melirik Bitcoin. Alasannya jelas: Bitcoin memiliki suplai tetap (maksimal hanya 21 juta BTC), tidak bergantung pada kebijakan pemerintah, dan terdesentralisasi.
Bitcoin juga tidak memiliki emiten pusat, tidak tunduk pada kebijakan moneter, dan tidak terikat pada mata uang atau negara mana pun. Struktur ini membuat Bitcoin bersifat independen dari guncangan politik, suku bunga, atau laporan keuangan korporasi.
“Bitcoin diciptakan oleh Satoshi Nakamoto sebagai respons terhadap krisis keuangan 2008. Kini, saat Amerika menghadapi ancaman resesi, Bitcoin kembali relevan,” tulis laporan tersebut.
Pertama, Bitcoin sering disebut memiliki karakter deflationary. Artinya, suplainya terbatas dan menurun seiring waktu. Setiap empat tahun, jumlah Bitcoin baru yang diterbitkan melalui proses mining berkurang separuhnya (halving). Jika permintaan stabil atau meningkat, harga pun berpotensi naik.
Kedua, Bitcoin mulai berfungsi sebagai store of value (penyimpan nilai), mirip seperti emas. Meskipun lebih volatil, Bitcoin telah mencatat kenaikan ekstrem sejak diluncurkan pada 2009, dari harga nyaris nol menjadi lebih dari USD 100.000 atau setara Rp 1,64 miliar pada 2025. Angka itu setara kenaikan lebih dari 8 miliar persen!
Ketiga, Bitcoin independen dari dunia finansial tradisional. Tidak seperti saham, obligasi, atau bank yang tunduk pada intervensi pemerintah dan bank sentral, Bitcoin berjalan berdasarkan protokol yang tidak bisa diubah sembarangan.
Meski memiliki potensi besar, Bitcoin masih punya kekurangan sebagai safe haven. Pertama, volatilitasnya tinggi. Investor kecil dengan pendapatan terbatas bisa merugi besar jika masuk di harga tinggi dan butuh mencairkan saat pasar turun. Biaya transaksi yang mahal juga menjadi hambatan.
Kedua, Bitcoin kadang justru bergerak seiring dengan saham teknologi. Dalam beberapa periode, seperti saat pengetatan moneter oleh The Fed, Bitcoin ikut turun bersama Nasdaq, bukan berperilaku sebagai aset pelindung.
Apakah Bitcoin akan menjadi emas digital yang sesungguhnya? Mungkin. Tapi sejauh ini, masih terlalu dini untuk menyamakan Bitcoin dengan aset aman seperti emas atau obligasi pemerintah. Seperti disebutkan dalam laporan Beincrypto, hanya waktu yang bisa membuktikannya.
Dengan dunia yang semakin tidak pasti dan pasar tradisional yang mulai kehilangan daya lindungnya, Bitcoin bisa menjadi alternatif baru — asalkan investor siap menghadapi risikonya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
