
Ilustrasi bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Harga Bitcoin dan aset kripto lainnya anjlok tajam usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengumumkan status darurat nasional dan tarif global sebesar 10 persen mulai Jumat (5/4).
Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi perdagangan Trump yang menyasar hampir seluruh mitra dagang utama, termasuk Cina, Uni Eropa, Jepang, dan India.
Dalam pidatonya di Rose Garden, Gedung Putih pada Selasa (2/4) waktu setempat, Trump menyebut bahwa Amerika selama ini disandera oleh tarif tinggi negara lain dan kini saatnya membalas,
“membalas setengah dari apa yang mereka kenakan kepada kita,” ujar Trump. Negara seperti Tiongkok dikenai tarif sebesar 34 persen, Uni Eropa 20 persen, dan Jepang 24 persen.
Pasar kripto sempat bereaksi positif sesaat setelah pengumuman tarif 10 persen, namun langsung berbalik arah begitu detail lengkap kebijakan tarif terungkap.
Harga Bitcoin sempat melonjak hingga USD 88.500 atau sekitar Rp 1,45 miliar, namun kemudian jatuh 2,6 persen ke level USD 82.876 atau sekitar Rp 1,36 miliar.
Ether (ETH) turun lebih dari 6 persen dari USD 1.934 (Rp 31,7 juta) menjadi USD 1.797 (Rp 29,5 juta).
Total kapitalisasi pasar kripto juga menyusut drastis, kehilangan sekitar 5,3 persen atau sekitar Rp 2.300 triliun, berdasarkan data CoinGecko.
Indeks Fear & Greed untuk Bitcoin—indikator sentimen investor—turun ke level 25, yang dikategorikan sebagai “ketakutan ekstrem”, menurut pembaruan per Selasa (1/4). Meski begitu, harga mulai sedikit pulih.
Bitcoin naik kembali 0,8 persen ke USD 83.205 (Rp 1,36 miliar) dan Ether naik 1,2 persen ke USD 1.810 (Rp 29,6 juta).
Pasar saham juga mengalami nasib serupa. Indeks S&P 500 kehilangan valuasi sebesar USD 2 triliun, atau sekitar Rp 32.800 triliun, dalam waktu singkat setelah pidato Trump, menurut The Kobeissi Letter di platform X.
Namun di tengah kepanikan itu, ada analis yang melihat sisi positif. Rachael Lucas, analis kripto di BTC Markets Australia, menyebut lonjakan harga sempat terjadi karena kelegaan dari ketidakpastian sebelum akhirnya investor melakukan aksi jual saat rincian tarif diumumkan sepenuhnya.
Di BTC Markets, volume perdagangan naik 46 persen seiring aksi para pemain besar yang mengambil untung.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent meminta negara-negara mitra dagang agar tidak membalas kebijakan ini secara agresif. Dalam wawancara dengan Bloomberg, Bessent menyebut tarif ini sebagai angka maksimum jika negara lain tidak menambah beban baru terhadap Amerika. Harapannya, kebijakan ini justru memberikan kepastian pasar dalam jangka panjang.
Menurut David Hernandez, spesialis investasi kripto di manajer aset digital 21Shares, pasar memang mengalami volatilitas besar saat pidato Trump, tapi kejelasan tarif ini bisa menjadi titik balik positif.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
