Eric Trump, Putra Presiden Amerika Serikat Donal Trump. (Shannon Stapleton-Pool/Getty Images)
JawaPos.com – Ketika banyak orang masuk ke dunia kripto karena alasan spekulasi, keluarga Trump justru punya cerita berbeda. Eric Trump, putra mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengungkap bahwa keluarganya terdorong masuk ke industri kripto bukan karena mencari keuntungan, tetapi karena merasa menjadi korban dari sistem keuangan tradisional yang disebutnya “rapuh dan mudah dipolitisasi.”
Dalam wawancara eksklusif bersama The Wall Street Journal, Selasa (26/8), Eric menceritakan bahwa pasca peristiwa kerusuhan Capitol Hill pada 6 Januari 2021, sejumlah bank besar di Amerika memutuskan hubungan dengan keluarga Trump. Ratusan akun bisnis milik Trump Organization dibekukan tanpa penjelasan. Akibatnya, mereka terpaksa menyebar dana jutaan dolar ke bank-bank regional sebelum akhirnya menemukan mitra bank baru, yang identitasnya tidak disebutkan.
“Saat itu saya sadar betapa rapuhnya sistem keuangan. Betapa mudahnya sistem itu bisa digunakan sebagai senjata melawan Anda,” ujar Eric Trump. Ia meyakini, keputusan tersebut sangat politis dan bukan karena alasan bisnis semata.
Eric yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden eksekutif Trump Organization mulai mendekati dunia kripto saat kampanye presiden ayahnya untuk periode kedua. Menurutnya, ia menjadi lebih memahami bagaimana sulitnya perusahaan kripto mendapatkan layanan perbankan yang adil. Sebelumnya, kepada CNBC ia pernah menyebut bahwa Trump Organization adalah “perusahaan paling banyak dibatalkan di dunia” dan itulah yang mendorong mereka mengeksplorasi kripto sebagai bentuk perlawanan.
“Seluruh sistem ini telah digunakan sebagai senjata melawan mereka (perusahaan kripto), sama seperti yang terjadi kepada kami karena alasan yang berbeda,” katanya. Ia merujuk pada kasus-kasus di mana perusahaan kripto atau konservatif diduga ditolak oleh bank karena alasan politik atau keyakinan agama.
Trump administration sendiri, dalam periode terbarunya, menempatkan perlindungan terhadap industri kripto sebagai prioritas. Hal ini terjadi setelah berbagai tudingan terhadap pemerintahan sebelumnya yang disebut menggunakan strategi pengecualian finansial untuk menekan perusahaan tertentu, atau yang dikenal sebagai Operation Chokepoint 2.0.
Pada Desember lalu, Komisioner SEC Hester Peirce bahkan meminta lembaga itu berhenti melakukan pendekatan “regulasi lewat penegakan hukum” terhadap kripto. Sebagai respon, Komisi kemudian membentuk Crypto Task Force dan merilis inisiatif “Project Crypto” untuk memodernisasi regulasi sekuritas di era digital.
Awal bulan ini, Presiden Donald Trump juga telah menandatangani perintah eksekutif yang mewajibkan bank memastikan mereka tidak menolak layanan keuangan berdasarkan keyakinan politik atau agama, serta meminta regulator mengaudit praktik diskriminatif di seluruh institusi keuangan.
Di sisi lain, Eric juga membantah dugaan konflik kepentingan antara bisnis kripto keluarga dan posisi politik ayahnya. “Saya sama sekali tidak terlibat dengan Washington, D.C.,” tegasnya.
Namun, beberapa anggota parlemen Amerika masih menyuarakan kekhawatiran atas proyek-proyek kripto keluarga Trump, termasuk stablecoin USD1 dari World Liberty Financial dan memecoin resmi $TRUMP. Mereka menilai proyek-proyek tersebut bisa membuka celah korupsi dan membahayakan sistem keuangan nasional.
Meski demikian, Eric menilai memecoin justru menjadi pintu masuk yang kuat bagi masyarakat luas. “Kalau seseorang ingin membeli $TRUMP, selamat! Artinya, mereka juga telah membuka akses ke Bitcoin, Ethereum, USD1, dan dolar Amerika Serikat,” ujarnya. “Ini adalah langkah awal menuju kebebasan finansial yang diinginkan banyak orang di seluruh dunia.”
Eric menutup wawancara dengan pandangan soal masa depan tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets). Ia mempertanyakan kenapa tidak bisa membuat aset seperti Trump Tower dalam bentuk token agar bisa diakses investor global.
“Kenapa kalau saya ingin refinancing Trump Tower, saya tidak bisa tokenisasi aset itu dan menawarkannya ke miliaran orang di dunia? Mereka cinta New York. Mereka cinta Fifth Avenue. Mereka cinta Trump,” tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
